Waisesika Darsana

Oleh: Ida Bagus Wika Krishna

Waisesika darsana didirikan oleh Rsi Kanada yang dikenal pula dengan nama Aulukya dan Kasyapa. Pada dasarnya waisesika merupakan pengembangan dari Nyaya darsana, prinsip-prinsip pokok mengenai hakekat sang diri dan teori alam semesta tetap sama. Waisesika mengambil nama ‘visesa’ yang berarti kekhususan yang merupakan pembeda ciri-ciri dari benda-benda.

Vaisesika dimulai dengan pencarian atas kategori-kategori (padartha) yaitu penghitungan sifat-sifat tertentu yang dapat dikatakan tentang benda-benda yang ada. Sebuah padartha merupakan suatu obyek yang dipikirkan (artha) dan diberi nama (pada). Padartha dalam vaisesika darsana berjumlah 7 kategori, yaitu :

1.Drawya : benda-benda atau substansi yang berjumlah 9 substansi, yaitu : tanah (prthivi), air (apah), api (tejah), udara (vayu), ether (akasa), waktu (kala), ruang (dis), roh (jiwa), dan pikiran (manas). Empat drawya pertama dan drawya terakhir (pikiran) merupakan substansi abadi yang tidak meresapi segalanya namun dalam persenyawaan sifatnya tidak abadi

2.Guna : sifat-sifat atau ciri-ciri dari substansi, terdiri dari : rupa atau warna, rasa, bau (gandha), sentuhan (sparsa), jumlah (samkhya), ukuran (parimana), keanekaragaman (prthaktva), persekutuan (samyoga), keterpisahan (vibhaga), keterpencilan (paratva), kedekatan (aparatva), bobot (gurutva), keenceran (dravatva), kekentalan (sneha), suara (sabda), sifat pembiakan sendiri (samskara), budhi (pemahaman), sukha (kesenangan), penderitaan (duhkha), kehendak (iccha), kebencian (dvesa), usaha (prayatna), kebajikan (dharma), kekurangan/cacat (adharma). 8 guna yang terakhir merupakan sifat dari roh, sedangkan yang lain milik dari substansi material.

3.Karma : kegiatan yang terkandung dalam gerakan, terdiri dari gerakan keatas (utksepana), gerakan kebawah (avaksepana), gerakan membengkok (A-kuncana), gerakan mengembang (prasarana), gerakan menjauh dan mendekat (gamana).

4.Samanya : bersifat umum yang menyangkut 2 permasalahan :1) sifat umum yang lebih tinggi dan lebih rendah, 2) jenis kelamin dan spesies.

5.Visesa : kekhususan yang dimiliki oleh 9 substansi abadi (drawya)

6.Samawaya : keterpaduan satu jenis, yaitu keterpaduan anatara substansi dengan sifatnya.

7.Abhava : ketidakadaan dan penyangkalan terdiri dari 4 jenis, yaitu : 1). Pragabhava : ketidakadaan dari suatu benda sebelumnya, 2). Dhvasabhava : Penghentian keberadaan, 3). Atyantabhava : ketidak adaan timbal balik, 4). Anyonyabhava : ketiadaan mutlak.

Waisesika seperti halnya Nyaya darsana menyatakan bahwa penciptaan alam semesta didasarkan pada dua penyebab, yaitu nimita sebagai penyebab efisien dan upadana sebagai penyebab material. Isvara sebagai nimita karana menciptakan alam semesta dengan penggunaan upadana.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*