UMAT HINDU PURA PODOWENANG RAYAKAN PIODALAN

Gunungkidul-(SDH), Sabtu, 31 Maret 2018 umat Hindu Pura Podowenang Gunungkidul melaksanakan upacara Piodalan yang juga bertepatan dengan Hari Raya Purnama. Piodalan ini memang sudah dilaksanakan sejak dahulu, dan para sesepuh-sesepuh mengambil hari yang berteptan dengan Hari Raya Purnama. Piodalan kali ini dipimpin oleh pinandita Warijan dan Pinandita Parman.

Berbagai persiapan telah dilakukan untuk mempersiapkan perayan tersebut. Dimulai pada hari kamis seluruh GMHD Weda Santi Pura podowenang melaksanakan ngayah bersama membuat banten untuk upacara tersebut. Selain itu, ibu-ibu WHDI juga ikut ngayah untuk membersiapkan segala ubo rampe (peralatan) , tidak hanya itu saja, bapak-bapak pun juga tidak mau kalah, mereka bersama-sama kerja bakti membersihkan sendang yang nantinya akan digunakan untuk Mendak Tirta. Seluruh umat Hindu di Pura Podowenang disibukkan dengan berbagai persiapan Upara Piodalan. Semua saling bekerja sama, gotong royong, bahu membahu untuk merayakan Upacara tersebut.

Upacara Piodalan diawali dengan Upacara Mendak Tirta yang dilaksanakan pada hari sabtu pada pukul 15.00 WIB dengan mengambil air di lima tempat sumber mata air yang terdiri dari tiga sumber mata air di daerah Kaliwaru, Ngawen,gunungkidul, satu di sumber mata air Hutan Adat Wonosari, dan satu lagi di sumber mata air di Pantai Ngobaran. Ritual ini dilaksanakan untuk mengambil air suci atau air kehidupan. Diawali dengan tetabuhan kendang serta gamelan, umat Hindu Pura Podowenang yang berpakaian Jawa mengiring menuju sumber mata air yang ada di daerah Kaliwaru,Gunungkidul.

Sebelum Upacara Piodalan dimulai, pada pukul 18.00 WIB dilaksanakan Upacara Mendak Betara di Gapura pintu masuk menuju Pura Podowenang. Umat Hindu juga ikut mengiring jempana untuk Upacara tersebut. Hingga tiba saatnya, tepat pukul 19.00 WIB, upacara Piodalan dimulai yang diawali dengan ceremonial yang dipandu oleh MC Ibu Sri Purwati,M.Pd. dilanjutkan dengan pembacaan Weda Wakya oleh Vidha Puri Santoso dan Rahayu Fitriyani, selanjutnya yaitu sambutan sekaligus dharma wacana dari bapak Sumarlan,S.Pd. dalam sambutannya, beliau menyampaikan antusias umat Hindu di Pura Podowenang yang sangat luar biasa dalam mempersiapkan Upacara Piodalan Tersebut. Seluruh umat turut serta demi terlaksananya upacara tersebut. Tidak hanya itu saja, beliau juga menyampaikan bahwasannya tidak hanya umat hindu saja yang turut membatu dalam mempersiapan upacara ini, namun umat lain juga ikut serta untuk membatu mempersiapkan upacara piodalan ini. Sungguh, jalinan persaudaraan dan kekeluargaan yang terjalin di Kaliwaru, Gunungkidul patut untuk diapresiasi.

 

Usai ceremonial dilanjutkan dengan prosesi upacara Piodalan. Tidak pernah lupa, iringan gamelan jawa juga menambah suasana menjadi lebih khidmat. Berbagai prosesi upacara telah dilaksanakan dengan lancar, sehingga tepat pukul 21.00 WIB persembahyangan dimulai dan pukul 22.00 WIB Upacara Piodalan selesai dilaksanakan. Upacara tidak hanya sampai disitu saja. Usai persembahyangan, seluruh umat Hindu bersama-sama membagi prasadam untuk dinikmati bersama, karena di dalam suatu upacara diyakini bahwa prasadam adalah berkah yang harus dinikmati. Begitulah rangkaian pelaksanaan Upacara Piodalan di Pura Podowenang Kaliwaru, Ngawen, Gunungkidul.(Rahayu**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*