UMAT HINDU GUNUNGKIDUL MENGGELAR WAYANG KULIT

Swarahindu.com, Jumat 25 Maret 2016, umat Hindu berkumpul untuk melaksanakan kegiatan yang penuh  keakraban dan rasa kekeluargaan, yaitu kegiatan Simakrama keagamaan Hindu dalam rangka dharma santi Hari raya Nyepi 1938 Saka Kabupaten Gunungkidul. Simakrama  berasal dari bahasa Bali,  simakrama keagamaan Hindu merupakan kegiatan untuk melakukan pertemuan antar  sesama  untuk melakukan keakraban dengan rasa kekeluargaan  dan penuh kedamaian. Kegiatan ini dilaksanakan setelah sebulan umat Hindu disibukan dengan kegiatan keagamaan Hindu yaitu perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938/2016 Masehi.  Pelaksanaan kegiatan simakrama keagamaan Hindu dimulai pada pukul 18.30 WIB, dengan mengambil tempat di Pura Podowenang, Dusun Kaliwaru, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul.  Simakrama keagamaan Hindu dihadiri kurang lebih 1.000 umat Hindu yang berasal dari seluruh wilayah di Yogyakarta, baik Gunungkidul, Bantul, Kota Yogyakarta, dan sleman, bahkan ada yang dating dari Klaten Jawa Tengah. Semua umat Hindu tumpah  ruah memadati pelataran Pura Podo Wenang, untuk mengikuti kegiatan simakrama keagamaan Hindu.

IMG_1624 IMG_1632 IMG_1678 IMG_1699

Tujuan dilaksanakan kegiatan Simakrama Keagamaan Hindu adalah merayakan puncak hari raya nyepi, meningkatkan rasa persaudaraan antar umat Hindu se-D.I.Yogyakarta, meningkatkan jalinan kekeluargaan diantara umat Hindu demi terciptanya umat Hindu yang “Jagatdhita”. Menjaga rasa persatuan dan kesatuan diantara umat dan juga menjalin kerjasama, komunikasi umat dengan pemerintah.

Dalam laporannya, Haryanto selaku panitia pelaksana perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938/2016 Kabupaten Gunungkidul, menyatakan bahwa kegiatan Simakarama Keagamaan Hindu yang dilaksanakan di Pura Podowenang, Kaliwaru, menampilkan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk. Lakon yang diangkat pada kegiatan tersebut adalah “ Semar Mbangun Khayangan”, yang dipentaskan oleh Ki Dalang Riky Taruna, S.Sn.

IMG_1787 IMG_1800

Kegiatan tersebut lebih menonjolkan local genius masyarakat yang ada di kecamatan Ngawen dengan menampilkan berbagai kesenian seperti tari Golek Ayun – Ayun, tari kreasi anak, music keagamaan yang ikut mengisi kegiatan tersebut. Serta tidak lupa dengan penampilan kerawitan anak pasraman Satya Dharma, menambah semarak dan semangat baru bagi para penonton yang hadir dalam kegiatan Simakrama Keagamaan Hindu.

IMG_1828 IMG_1719 IMG_1735 IMG_1813

Pada kesempatan itu hadir Wakil Bupati  Gunungkidul, Bpk Immawan Wahyudi, Pembimas Hindu Kanwil kementerian Agama D.I.Yogyakarta bapak Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag, M.Si., PHDI D.I.Yogyakarta bapak Ida Bagus Agung, M.T., PHDI Kabupaten Gunungkidul bapak Purwanto, M.Pd.H, dan seluruh lembaga keagamaan Hindu yang ada di D.I.Yogyakarta.

kehadiran wakil bupati untuk memberikan sambutan dalam kegiatan Simakrama Keagamaan Hindu, dan dalam sambutannya beliau menyampaikan permohonan maafnya kepada umat Hindu karena tidak bias hadir untuk mengikuti acara tersebut serta beliau mengucapkan selamat Hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938/2016 Masehi kepada umat Hindu, khususnya umat Hindu yang ada di Kabupaten Gunungkidul dan umat Hindu D.I.Yogyakarta secara umum.

Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag, M.Si dalam dharma wacananya, memberikan apresiasi umat Hindu yang ada di kabupaten Gunungkidul aktif turut mensukseskan kegiatan tersebut. Sehingga kegiatan simakrama yang berjalan dengan baik sekali, dan sesuai yang direncanakan. Pada saat dharma wacana, beliau menyampaikan tentang “loka samgraha”. Loka samgraha adalah tempat dimana segala sesuatunya dinikmati dan dilaksanakan untuk kepentingan bersama, dan selalu bersinergi dengan masyarakat setempat dengan penuh kekeluargaan untuk tujuan yang lebih mulia, dimana semua isian acara pada kegiatan simakrama mengangkat unsure kejawaannya seperti pagerlaran wayang kulit. Umat Hindu dan masyarakat masih mencintai dan menghargai budaya Jawa, itu dibuktikan dengan kegiatan simakrama tersebut. Mereka masih antusias umat Hindu dan masyarakat Ngawen secara bersama – sama menikmati pelaksanaan tersebut.

Harapannya dalam kegiatan Simakrama Keagamaan Hindu dapat memberikan semangat baru bagi umat Hindu yang ada di Gunungkidul dan selalu menjaga rasa persaudaraan agar umat Hindu selalu dalam kedamaian atau Santi,  sesuai dengan tema simakrama keagamaan Hindu “ Umat Hindu Gunungkidul Membangun Toleransi Guna mempererat Persatuan dan Harmoni Nusantara”.  Jayalah Hindu….!!!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*