UMAT HINDU DOAKAN KESELAMATAN PENGUNGSI GUNUNG AGUNG

Bantul-(SHD), Selasa, 26 September 2017, umat Hindu melakukan doa bersama memohon keselamatan saudara-saudara di Bali dan penggalian dana sekaligus pengukuhan Panitia Posko Yogya Peduli Gunung Agung untuk saudara-saudara di Bali. Kegiatan dari Kerja sama antara PHDI DIY, Bimas Hindu DIY, KPB Purantara Yogyakarta, Peradah, KMHDI dan KMHD Se-Jogja  dibentuk dengan waktu yang sangat singkat.  Rasa persaudaraan yang selalu terjaga dan tumbuh membuktikan banyaknya yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Doa bersama dan pengukuhan  Panitia Posko Yogya Peduli Gunung Agung dilaksanakan sebagai bentuk empati masyarakat Yogyakarta dan merasakan bersama rasa suka duka yang dialami masyarakat Bali, khususnya wilayah Karangasem. Tetapi yang terpenting dalam pelaksanaan doa bersama adalah memohon keselamatan dan ketabahan untuk saudara-saudara yang ada di Bali.

Ida Bagus Agung, Parisadha Hindu Dharma Indonesia Yogyakarta menyampaikan, dibentuknya Posko Yogyakarta Peduli Gunung Agung  diharapkan dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat Bali Kabupaten Karang Asem. Beliau berpesan panitia benar-benar cermat dalam mendistribusikan bantuan dan selalu berkoordinasi dengan pihak yang ada di Bali. Dengan bersinerginya semua lembaga keagamaan dan kemasyarakatan yang ada di Yogyakarta, beliau meyakini akan mampu mengupulkan bantuan yang banyak.

Kemudian di sisi lain Pembimas Hindu Kanwil Kemenag DIY Ida Bagus Wika Krishna menyampaian, pelayanan yang dipersembahan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu Madhava Seva (pelayanan terhadap Tuhan), Artha Seva (Pelayanan Berupa Uang) dan, Menawa Seva (Pelayanan Terhadap Manusia). Pembukaan Posko ini mencakup ketiga unsur pelayanan tersebut. Beliau mengajak umat Hindu selalu melihat Hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi, sehingga apapun peristiwa yang terjadi kedepan tidak menjadi kekhawatiran yang mendalam bagi penerimanya. Gunung Agung memiliki keterkaitan dengan gunung-gunung yang ada di Indonesiai sehingga bagaimanapun Gunung Agung bereaksi pasti memberikan dampak dan tanda bagi wilayah sekitarnya tambah Wika Krishna.

Panitia Posko Yogya peduli Gunung Agung dikukuhkan oleh ketua Parisada Hindu Dharma Daerah Istimewa Yogyakarta, diawali dengan pembacaan SK dan diakhiri dengan pemukulan Gong. Adapun nama-nama panitia inti yaitu Wayan Isswara Madia sebagai ketua umum, Putu Darsana sebagai Sekretaris dan I Ketut Artana sebagai Bendahara.

Setelah Panitia Posko Yogya Peduli Gunung Agung di kukuhkan, panitia secara resmi mendapatkkan kewenangan untuk mencari, mengelola dan menyerahkan setiap bantuan dari masyarakat DIY dan sekitarnya. Posko dibuka setiap hari, mulai dari pukul 08.00 sampai 22.00 di Pura Jagatnatha Banguntopo Bantul Yogyakarta yang dijaga oleh panitia. (Mang Santi**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*