TUMPEK LANDEP DI PURA CANDI SARI KALONGAN

Swarahindu.com, Sabtu Kliwon, 4 Februari 2017 dilaksanakannya Piodalan Pura Candi Sari yang terletak di Kalongan Maguwoharja Depok Sleman. Piodalan Pura Candi Sari ini juga bertepatan dengan hari Tumpek Landep. Prosesi persembahyangan dipimpin Ratu Begawan Putra Manuaba dan juga menghadirkan beberapa Bapak Wasi dari kota Bandung, yang akan membantu dalam prosesi persembahyangan.

Pada kesempatan ini penyungsung dan pengempon Pura Candi Sari menyampaikan rasa bahagia dan terimakasih atas kehadiran umat sedharma. Selain itu penyungsung juga menjelaskan bahwa Pura Candi Sari memiliki banyak penyungsung tetapi belum terorganisir secara sistematik, diharapkan untuk kedepannya bisa seperti pura-pura yang sudah banyak dikenal. Pura Candi Sari baru sekitar 1 tahun yang lalu dilaporkan ke Pembimas Hindu di Yogyakarta dan diupacarai pada tahun 2017. Rencananya pada tahun ini juga akan dibangun pendopo di sebelah sisi timur pura.

Dalam acara tersebut juga di hadiri  Bapak Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag, M.Si selaku Pembimas Hindu, beliau menyampaikan kondisi pemerintahan yang sedang kurang baik di karenakan beberapa hal seperti isu kabangkitan partai komunis Indonesia (PKI) dan permasalahan kelompok yang saling menghina dan menyinggung tentang keagamaan.Beliau menghimbau kepada umat hindu agar selalu berpegang teguh pada makna Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang berkembang dimasyarakat. Selain itu juga dipaparkan makna dari Tumpek Landep. Upacara tumpek landep pada dahulu kala untuk mensucikan benda yang berbau tajam seperti keris dan pusaka tetapi pada masa sekarang ini telah berevolusi terhadap benda seperti motor dan mobil yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari umat manusia. Pada persembahyangan kali ini kita memuja Sang Hyang Pasupati karena telah memberikan kehidupan bagi semua makhluk.

Setelah dharma wacana selesai dilanjutkan dengan upacara pra daksina dan ngaturan banten yang diiringi mekidung oleh beberapa umat sedharma, yang dilanjutkan dengan persembahyangan bersama. Kemudian semua menunggu nunas tirta dan bija. Setelah penutupan semua diajak untuk  nunas Prasadham bersama.(Ika**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*