SAPA PENYULUH AGAMA BERSAMA MENTERI AGAMA RI

Yogyakarta-(SHD), Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan “Sapa Penyuluh Agama bersama menteri Agama RI” di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada hari Rabu tanggal 28 Maret 2018 yang di hadiri 1.000 penyuluh se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada kesempatan itu hadir penyuluh dari lintas Agama, Kepala KUA dan penghulun se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penyuluh dari lintas Agama di undang untuk mengikuti talkshow bersama menteri Agama RI Lukman Hakim, Asisten Keistimewaan Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta Didik Purwadi, Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Yudian Wahyudi dengan moderator kepala Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Muhammad Lutfi Hamid.

Disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saiffudin pada saat itu bahwa Penyuluh Agama merupakan orang pilihan dan mendapat kehormatan dan kemulyaan. Bukan hanya negara yang memberikan kepercayaan akan tetapi Tuhan juga mempercayakan amanahnya kepada penyuluh.

Pada kesempatan itu disampaikan bahwa pada saat ini masyarakat hamper kesulitan mendeteksi mana informasi hoax mana yang bukan hoax. Disinilah peran penyuluh yang harus kritis dalam menerima dan menyampaikan suatu berita. Berita yang diterima harus dianalisis kebenaran isinya. Disamping itu harus diketahui siapa pembuat dan penyebar berita dana patujuannya.

Berita hoax bias ditangkal melalui beberapa tips yang disampaikan oleh Lukman Hakim Saiffudin yaitu dengan meminta mereka untuk klarifikasi dan meminta konfirmasi ketika menerima sebuah informasi atau berita yang belum tentu dipastikan kebenarannya. Meminta konfirmasi kepada siapa ? tentu saja kepada orang yang yang mengirimkan berita itu kepada kita bukan kepada orang lain yang juga tidak tahu kebenaran berita itu dengan cara menyebarkan informasi itu kegrup media sosial.

Di akhir acara penyuluh Agama se Daerah Istimewa Yogyakarta juga mendeklarasikan anti hoax. Ada lima poin yang disepakati dan ditandatangani oleh perwakilan kelompok kerja penyuluh dari masing-masing Agama, dari perwakilan kelompok kerja penyuluh Agama Hindu diwakili oleh Ketut Sandiada S. Sos. Bersama menteri Agama Lukman Hakim Saiffudin yang juga ikut menandatangani deklarasi tersebut.

Adapun isi deklarasi tersebut :

“Pertama menyatakan berkomitmen untuk membangun suasana yang kondusif dalam kehidupan kemasyarakatan dan keberagaman.

Kedua menyatakan berkomitmen untuk memanfaatkan media social secara positif ,cerdas dan mengedukasi sehingga terwujud masyarakat yang informative dan berbudi pekerti luhur.

Ketiga menyatakan bertekad dan menciptakan ketahanan informasi sebagai bentuk pengabdian pada bangsa da nnegara.

Keempat menyatakan bertekad menjadikan perbedaan sebagai rahmat yang menopang harmoni kehidupan yang beranekaragam.

Kelima menyatakan menolak segala bentuk penyebaran informasi yang menyesatkan sehingga menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan.

Deklarasi yang telah disepakati oleh penyuluh, diharapkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saffudin agar penyuluh mampu memberikan informasi atau menularkan kebiasaan positif  dan beretika  yang baik ketika menggunakan media sosial dalam memberikan infomasi keagamaan dan kebangsaan  kepada masyarakat.(Mujirah**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*