REKTOR UGM MEMBUKA DHARMA SANTI NYEPI KMHD UGM

Swarahindu.com, Sabtu 23 April 2016, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma(KMHD) Universitas Gajah Mada melaksanakan kegiatan Dharma Santi Nyepi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri. Pelaksanaan Dharma Santi dimulai pada pukul 18.30 – 22.00 wib. Dharma Santi Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma UGM bertemakan “Bersinergi dalam Kebhinekaan”.  Dharma Santi merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap akhir dari perayaan hari raya Nyepi, dimana umat Hindu akan bertemu dan berkumpul untuk saling beramah tamah, berkomunikasi dengan rasa kekeluargaan. Kegiatan Dharma santi yang dilaksanakan Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma diikuti oleh KMHD Respati, KMHDI Atma Jaya, KMHD UNY, selain itu juga ada dari Mahasiswa dari Buddha, Kristen, Islam dan mahasiswa – mahasiswa Hindu yang telah memenuhi Gedung Kebudayaan UGM itu. Pada kesempaten tersebut Hadir Retor Universitas Gajah Mada Prof. Ir. Dwikora Karnawati, M.Sc, Ph.D, iserta tamu udangan yang lain seperti Pembimas Hindu Kanwil Kemenag D.I.Yogyakarta Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag, M.Si, CEO Harian Bernas Putu Putra Yasa, Dr. Made Pande Kutanegara, Dewa Putu Artana sebagai Pembina KMHDI UGM, Ali Sadikin dari Presiden Mahasiswa Universitas Gajah Mada dan tamu – tamu yang lain yang hadir dalam kegiatan Dharma Santi pada malam hari itu.

IMG_4500 IMG_4588

Pada acara Dharma santi Nyepi KMHD UGM, Prof.Ir. Dwikora Karnawati, M.Sc, Ph.D, memberikan sambutan dan membuka acara Dharma Santi tersebut dengan Pemukulan Gong didampingi Pembimas Hindu, Dewa Putu Artana. Dalam sambutannya ibu rector UGM menyampaikan selamat Hari Raya Nyepi kepada seluruh keluarga Besar Mahasiswa Hindu Universitas Gajah Mada. Dalam kegiatan Dharma Santi tersebut diharapkan kita sebagai umat Manusia, sebagai warga Jogja, dan sebagai warga Negara untuk selalu menjaga kerukunan dan kedamaian di D.I.Yogyakarta. beliau juga memaknai hari raya Nyepi sebagai bentuk pengendalian diri yaitu dengan “pati geni dalam bahasa Jawanya, dan “amati geni” dalam bahasa Balinya, yang artinya bahwa setiap orang diharapkan mampu mengendalikan api dalam dirinya , tidak mudah marah ataupun terprovokasi dimana ini dapat merusak kerukunan dan kedamaian di D.I.Yogyakarta yang terkenal daeran yang toleran, namun dengan adanya gerakan radikal yang mengganggu tatanan kota Jogja maka hal tersebut harus dicegah agar tidak merembek ke tempat – tempat yang lain yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa, tegasnya.

IMG_4592 IMG_4606

Harapannya dalam kegiatan Dharma Santi Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Gajah Madha memberikan efek positif dalam menjaga kerukunan antar umat beragama dimana dalam mengatasi hal – hal yang mengganggu kerukunan yaitu dengan cara duduk bareng dengan berkomunikasi bersama, makan dan ngopi bersama dan bersenda guruau bersama tanpa membedakan agamanya, sukunya, dan apapun jenisnya. Sehingga kerukunan, kedamaian dan kesejahteraan selalu ada di D.I.Yogyakarta. Semoga demikian adanya….

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*