PIODALAN DI PURA WIDYA DHARMA KAB. SLEMAN

Sleman-(SHD), Yogyakarta, Rabu 23 Agustus 2017 Pura Widya Dharma Dero melaksanakan Pujawali Piodalan Pura yang bertepatan dengan hari suci Pagerwesi. Pujawali Piodalan Pura merupakan upacara yang dilaksanakan setiap 6 bulan ataupun setahun sekali. Upacara Piodalan bertujuan untuk memperingati hari pada saat pertama kalinya pura tersebut mestanakan Hyang Widhi. Pura Widya Dharma Dero melaksanakan Piodalan Pura setia 6 bulan sekali dan dilaksanakan secara mandiri oleh penyungsung Pura.

Piodalan dimulai pukul 17.30 yang diawali dengan mecaru di luar pura yang dihaturkan oleh bapak wasi. Setelah selesai pecaruan, dilanjutkan laporan ketua panitia piodalan oleh Kompol. I Ketut Witra. Setelah laporan panitia dilanjutkan  dengan Dharma Wacana yang sampaikan Oleh Letkol Sus Made Werda Negara, M.Pd.H. dalam Dharma Wacananya, menyampaikan tentang hukum karma. Made menjelaskan hukum karma merupakan hukum sebab akibat yang tidak bisa dihindari oleh setiap manusia. Oleh karena itu, perlu disadari betul setiap perbuatan harus benar-benar berlandaskan Dharma.

Setelah Dharma Wacana dilanjutkan dengan prosesi piodalan, diawali dengan pembersihan sarana piodalan. Setelah selesai mensucikan eteh-eteh/ sarana piodalan, dilanjutkan dengan menstanakan Hyang Widi atau Ngelinggihan Ida Bhatara dan disambut oleh tarian sakral rejang dewa. Tarian Rejang Dewa ditarikan oleh anak-anak pasraman pura Widya Dharma asuhan Nyoman Seriati dan Ni Luh Putu Wiardani yang diiringi tabuh pengrawit Widya Dharma. Setelah tari Rejang Dewa, disuguhkan pula tari Sekar Pujawali Piodalan oleh Sanggar Tari Saraswati asuhan Ni Kadek Rai Astini, M.Sn. Sebagai Penutup prosesi persembahan disajikan tarian Topeng Sida Karya oleh Ir. Ketut Gunawan MT.

Prosesi dan Persembahyangan piodalan dipimpin oleh Bapak Wasi Poniman dan dipandu oleh Bapak Made Werda Negara sebelum sembahyang umat diperciki tirta penglukat kemudian ngayab Byakala, dhurmanggala dan Prayastita.  Pesermbahyangan diawali dengan Puja Tri Sandya kemudian Kramaning Sembah. Sekitar 500 umat yang hadir dalam acara piodalan tersebut sehingga mencapai 3 gelombang. Hadir pula pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Ri Daerah Istimewa Yogyakarta, Ida Bagus Wika Krishna, S. Ag., M.Si. tepat pukul 22.30 prosesi piodalan berserta pesembahyangan selesai dilaksanakan. Kemudian dilanjutkan Nyeneb Bhatara tepat pukul 00.00. (Mang Santi**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*