PERANAN WHDI BANTUL DALAM KEUMATAN

Mujirah

Penyuluh Agama Hindu Non PNS DIY

Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Bantul yaitu terdiri dari beberapa wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul sebagai organisasi yang mewadahi beberapa elemen paguyuban Ibu-ibu Hindu yang berada diwilayah Bantul. Kondisi yang sporadis keberadaan umat Hindu di Bantul maka sangat tepat apabila pertemuan WHDI Bantul di pusatkan di wilayah Banguntapan, dimana 75% dari anggotanya bertempat tinggal di Kecamatan Banguntapan.

Dengan jumlah anggota yang mencapai 60 orang maka untuk pertemuan anggota di wilayah kecamatan Banguntapan diadakan setiap hari minggu pukul 16.00 Wib di Pura Jagadnatha Banguntapan, sekaligus pertemuan rutin Paguyuban ibu-ibu Hindu Banguntapan. Dari situlah terjadi interaksi yang sangat kondusif dimana terjalin hubungan antara ibu-ibu dengan anak-anak yang rata-rata balita untuk mendapatkan informasi maupun pengetahuan tentang Agama.

Maka sebenarnya ujung tombak pembinaan anggota WHDI sebenarnya berada diwilayah kecamatan yang telah mengadakan kegiatan rutin setiap minggunya dengan membahas  kegiatan yang rutin diadakannya diantaranya tentang Upacara, Upakara Keagamaan, Budaya, Ekonomi , Sosial Kemasyarakatan dan keorganisasian.

Sedangkan untuk pertemuan pengurus WHDI Kabupaten Bantul diadakan setiap satu bulan sekali pada hari jumat minggu pertama pukul 16.00 wib yang bertempat di Pura Jagadnatha Banguntapan atau bisa di rumah Ibu-ibu yang mendapat giliran menyiapkan tempat. Dengan jumlah pengurus WHDI Kabupaten Bantul sekitar 30 orang maka dengan pertemuan yang sesekali bertempat di rumah, maka akan terjalin anjangsana yang baik diantara ibu-ibu WHDI Bantul.

Dalam pertemuan rutin pengurus WHDI Kabupaten Bantul diawal bulan ini membahas banyak hal tentang laporan kegiatan-kegiatan bulan lalu yang sudah terlaksana maupun yang akan dilaksanakannya diantaranya pembahasan tentang Hut WHDI dan beberapa kegiatan Perayaaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939. Pada kesempatan itu ketua WHDI Kabupaten Bantul Ibu Sudarsih menyampaikan hasil dalam pertemuan pengurus WHDI DIY yang menyatakan bahwa WHDI sebagai organisasi wanita keumatan agama Hindu harus mendukung setiap kegiatan yang diadakan oleh umat Hindu, dalam hal ini berkaitan dengan agenda kegiatan Panitia Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939.

Ditegaskan pula oleh ibu Sudarsih bahwa Ibu-ibu WHDI harus berani bersaing dengan ibu-ibu di luar keorganisasian Hindu ketika mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh organisasi-oganisasi wanita dari berbagai agama dan kelompok. Menumbuhkan rasa percaya diri itu sangat dibutuhkan ketika ingin menjadi wanita-wanita yang tangguh bagi keluarganya maupun ketika di masyarakat, dengan selalu menambah pengalaman dan wawasan dengan mengikuti  kegiatan yang di adakan WHDI maupun keorganisasian wanita yang lainnya.

Dengan demikian pertemuan dan kegiatan yang diselenggarakan oleh WHDI sangat memberikan manfaat yang positif bagi wanita Hindu untuk senantiasa memainkan perannya sebagai wanita di dalam sebuah keluarga maupun masyarakat Hindu pada umumnya dengan lebih baik.

WHDI Jaya Sepanjang Masa.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*