PERADAH PRAKARSAI PERTEMUAN TOKOH HINDU NUSANTARA

Yogyakarta-(SHD), DPP Peradah DIY berbangga terpilih menjadi wilayah pelopor Temu Tokoh Hindu Lokal Nusantara. Sebagai salah satu kelompok pergerakan pemuda Hindu di Jogja. DPP Peradah DIY berkesempatan menjamu para tokoh Hindu Nusantara di DIY. Hal ini juga sebagai langkah DPP Peradah DIY dalam menjalin kerjasama dengan berbagai kelompok pemuda hindu DIY lainnya seperti KMHD, ataupun pemuda Hindu Lokal yang ada di Jogyakarta. Melalui kerjasama yang solid para anggota DPP Peradah DIY telah mempersiapkan kegiatan tersebu tselama 2 bulan lamanya dengan berkoordinasi dengan DPN serta petinggi keagamaan Hindu di DIY seperti Pembmas Hindu D.I Yogyakarta, PHDI , bahkan dengan Kantor Gubernur berkaitan dengan kegiatanistimewa ini.

Sebagai pelopor kegiatan Temu Tokoh Hindu, DPN  berkeyakinan menjadikan kegiatan temu tokoh tersebut sebagai agenda yang akan diadakan tidak hanya sekali pertemuan, bahkan dalam sambutannya I Gusti Pandji sebagai ketua panitia menyatakan bahwa di tahun yang akan datang pertemuan tokoh Hindu Lokal akan diagendakan kembali diwilayah yang berbeda, adapun tokoh Hindu Lokal (sunda wiwitan, Jawa, Kaharingan, dan lainnya) yang datang belum seperti yang ditargetkan oleh Panitia. Bersama anggota DPP Peradah DIY, DPN PERADAH INDONESIA mengungkapkan rasa bangganya dapat bekerjasama dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.

Kegiatan Temu Tokoh Hindu Lokal Nusantara berlangsung selama 3 hari lamanya yangmana dimulai dari tanggal 4 – 6 Agustus 2017. Kegiatan hari pertama merupakan kegiatan regristrasi peserta yang bertempat di Hotel Museum Batik dengan jumlah peserta 50 tokoh Hindu dari berbagai Nusantara. Pada kegiatan hari kedua dilaksanakan pembukaan yang bertempat di aula Bima, Balai Kota Jogja. Penempatan acara pembukaan kegiatan tersebu tmerupakan salah satu kerjasama yang dilakukan oleh DPP Peradah DIY dengan kantor Walikota Jogja. Selain itu kegiatan ini mengusung tema kebudayaan dengan slogan “Mengali Keluruhan Hindu dalam Budaya Nusantara”. Acara pembukaan dibuka dengan tari penyambutan yakni Tari Golek Ayun-ayun serta berbagai pengisi acara seperti Akustik PMHD Banguntapan, Tarikreasi RoroNgigel, dan instrument khas dari perwakilan tokoh Hindu Sunda wiwitan. Tidak hanya sukses dalam mengadakan acara pembukaan di pagi hari, disiang hari 2 tokoh narasumber istimewa juga menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut. Panitia berkesempatan mengundang dan menghadirkan Ketua PHDI pusat dan Dirjen Bimas Hindu untuk membagikan ilmunya dalam kegiatan tersebut yang dilanjutkan kembali di Hotel Museum Batik. Tidak berhenti disitu saja kegiatan dihari ketiga menjadi yang ditunggu – tunggu bagi para peserta, pasalnya dihari terakhir ini para peserta dimanjakan untuk melihat megahnya peninggalan Hindu yang digunakan sebagai salah satu  tempat utama pelaksanaan Tawur Agung diwilayah DIY, Jateng, dansekitarnya, yakni Candi Prambanan.(Vida**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*