PENINGKATAN KOMPETENSI ROHANIAWAN/WASI HINDU DALAM MEMUPUT UPACARA

Swarahindu.com, Minggu 12 Juni 2016, para wasi berkumpul di pura Padmabuwana Saraswati. Para Pinandhita/wasi hadir untuk mengikuti pembinaan Rohaniawan Hindu. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 50 orang peserta. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama D.I.Yogyakarta. Untuk kegiatan pembinaan Rohaniawan Hindu kali ini, para pinandhita/ wasi lebih menekankan pada pratek – praktek keagamaan Hindu.

Selanjut kegiatan pembinaan Pinandhita/Wasi dihadiri oleh Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Hindu Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag, M.Si, PHDI D.I.Yogyakarta, dan Ketua Sanggraha Pinandhita D.I.Yogyakarta.

IMG_7487 IMG_7609

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan pengurus Sanggraha Pinandhita Nusantara tahun 2016 s.d 2020. Yang melantik pengurus Sanggraha Pinandhita Nusantara D.I.Yogyakarta adalah PHDI D.I.Yogyakarta. kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi oleh  pembimas memberikan materi tentang upacara Manusia Yadnya. Dalam pemaparannya beliau mengatakan bahwa dalam upacara – upacara manusia yadnya seperti ketika bayi melahirkan itu tidak jauh berbeda antara Bali dengan Jawa sebab baik di Bali maupun di Jawa masyarakatnya mengenal dengan Sedulur papat Lima Pancer dan dibali di kenal kanda pat yang artinya saudara empat ketika bayi akan melahirkan. Hal itu masih jarang dipahami oleh para pinandhita maupun umat Hindu secara umumnya. Sebab pada akhirnya wasi yang akan menyelesaikan ritual tersebut ketika umat meminta akan melaksanakan kewajibanya melaksanakan upacara keagamaan baik satu oton, tiga oton sampai mitoni atau tingkepan dalam upacara di Jawa.

Kemudian diakhir acara tersebut Pinandhita/Wasi untuk melakukan pratek memimpin upacara keagamaan sekaligus belajar menggunakan genta. Harapannya dari kegiatan tersebut para pinandhita/wasi  terus meningkatkan kualitasnya secara mandiri, karena umat akan menilai sendiri, siapa yang layak untuk memimpin upacara, ketika Pinandhita mampu dan layak maka dengan sendirinya umat akan menunjuk sendiri siapa yang akan memimpin upacara ketika umat melakukan upacara. Ini sebagai bukti kompetensi pinandhita/wasi ketika melaksanakan swadharmanya sebagai manggala upacara.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*