PEMBUATAN GUNUNGAN, MENYAMBUT DATANGNYA HARI RAYA NYEPI.

Swarahindu.com, Semangat nyata yang tersirat para pemuda dari Paguyuban Muda-mudi Hindu Dharma (PMHD) Pura Jagadnatha Banguntapan Bantul, jum’at malam (3/2/2017) mereka tuangkan lewat pembuatan Gunungan demi menyambut datangnya perayaan Hari Raya Nyepi pada tanggal 28 maret 2017. Bagi para pemuda Paguyuban Muda-Mudi Hindu Dharma (PMHD) Banguntapan, Gunungan adalah simbol dari berkah dan rasa syukur manusia atas apa yang sudah di berikan Ida Sang Hyang Widhi Wasa kepada umat manusia. Gunungan telah menjadi Budaya bagi masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menyambut datangnya Hari Raya Nyepi kususnya bagi umat di daerah Pura Jagadnatha Banguntapan Bantul. Dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi terutama saat prosesi Tawur Agung ke Sanga di Candi Prambanan. Gunungan merupakan bagian terpenting dan menjadi paradona tersendiri, memperlihatkan bentuk dari eksistensi umat Hindu Jawa.

Pembuatan Gunungan di mulai dari tanggal 30 januari 2017 bertempat di pelataran area parkir sebelah utara Pura Jagadnatha Banguntapan Bantul. Pada awal pembuatannya mereka selalu ditemani oleh hujan yang disertai dengan angin yang deras. Hujan yang sangat deras membuat kaki mereka selalu bermandikan air dikarenakan sturktur tanah yang tidak rata dan pembuangan aliran air yang tidak lancar. Ketidak nyamanan itu pun mereka siasati dengan kopi hitam panas yang di temani dengan beberapa makanan kecil. Suka cita dan semangat bertambah saat pemilik warung angkringan Lais mendana puniakan beberapa bungkus nasi untuk mereka.

Di tahun ini pembuatan Gunungan  terlihat lebih ramai dari tahun sebelumnya. Ketua baru Paguyuban Muda-Mudi Hindu Dharma Pura Jagadnatha Banguntapan Bantul, Kakak Novi Purnamasari mampu memberikan semangat dan dorongan untuk  merekatkan tali persaudaraan dan mengompakkan para pemuda – pemudi dari latarbelakang pendidikan dan usia yang berbeda. Seorang wanita yang masih muda dan masih sangat baru menjabat posisi Ketua tidak mengindahkannya untuk merasa canggung ikut terjun membantu pembuatan Gunungan. Pembuatan Gunungan biasanya hanya di lakukan oleh kaum laki-laki, akan tetapi lewat kehadiran kakak Novi beserta para pemudi yang lain menambah semangat berkarya para pemuda. Tidak tanggung-tanggung kakak Novi pun ikut membantu membelah bambu dan menggoreskan pisau pada bambu menjadi cukup tipis serta lentur agar mampu di anyam.

Di samping itu seorang pemain pawakan, Mas Puput, pemuda senior yang jauh-jauh datang dari perantauannya di Jakarta hadir untuk membantu adik-adiknya berkarya membuat Gunungan. Pengaruh dan karisma Mas Puput yang dulu juga pernah menjabat sebagai Ketua Paguyuban Muda-Mudi Hindu Dharma Pura Jagadnatha Banguntapan melalui pengalamannya menjadikan pembuatan Gunungan terlihat lebih menarik serta menjadi sebuah pembelajaran penting pagi para pemuda lainnya.

Gunungan tahun ini memliki bahan dasar yang tidak jauh beda dengan tahun – tahun sebelumnya seperti menggunakan bahan dasar kayu sebagai pondasi, bambu sebagai kerangka dasar tempurung kura-kura dan kawat untuk pembentuk kerangka naga. Konsep yang di pergunakannya pun tetap sama menggunakan konsep Padmasana pada umumnya dengan dasar gunungan kura-kura sebagai penyangga, dua naga yang melingkar membelit kura-kura dengan kepala menghadap ke depan. Sedangkan Gunung yang menjadi pusat rencananya akan tetap di isi buah-buahan beserta hasil alam yang lain seperti palawija. Mas Puput yang berperan sebagai pemuda yang lebih berpengalaman berusaha untuk memberikan sentuhan warna yang berbeda dengan gerak ekor naga yang saling melilit  ke atas di bagian belakang. Pembuatan Gunungan rencananya akan terus berlangsung di malam hari atau tepatnya setelah para pemuda-pemudi melakukan aktivitas kesehariannya. Selain itu para pemuda-pemudi Paguyuban Muda-Mudi Hindu Dharma (PMHD) berharap pengerjaan pembuatan gunungan dapat selesai tepata waktu tanpa hambatan sebelum di pergunakan di Perayaan Tawur Agung Ke Sanga di Pelataran Candi Prambanan.(Issa**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*