PEMBIMAS HINDU DIY HADIRI PIODALAN PURA PADMA BHUANA

Yogyakarta(SHD.Com), Minggu 3 Desember 2017 Penyungsung Pura Padma Bhuana melaksanakan Pujawali Piodalan pura. Piodalan dilaksanakan dimulai sore jam 17.30.  Diawali dengan mencaru dan dilanjutkan prosesi piodalan. Prosesi piodalan kali ini dipimpin oleh Jero mangu Made Widiana.

Rangkaian Piodalan disiapkan oleh Penyungsung pura dengan sangat baik. Dalam prosesi piodalan setelah mecaru selesai dilanjurtkan  dengan  melinggahkan Ida dengan simbol Daksina Linggih. Setelah prosesi ngelinggihan Ida, Tarian sakral tari rejang dewa ditarikan. Tarian rejang dewa ditarikan oleh anak-anak Pasraman Padma Bhuana asuhan dari Ibu Kadek Rai Astini, M.Sn. kemudian dilanjutkan dengan tari rejang renteng yang ditarikan oleh ibu-ibu penyungsung Pura Padma Bhuana dan mahasisiwi.

  Prosesi mengaturkan sesaji diawali dengan pensucian sesaji/bebantenan dilakukan oleh ibu-ibu Penyungsung Pura Padma Bhuana yang dipimpin oleh jero mangku. Diwaktu yang sama, juga dipentaskan tari topeng keras di wantilan luar, yang menarik dari penampilan topeng keras ini adalah yang menarikan adalah anak yang masih dibilang balita yang bernama Dewa Ray Galah Diriphala. Tentu menjadi penampilan yang sangat menarik bagi umat yang hadir. Selanjutnya sebagai pemuput prosesi piodalan ditampilkan topeng sida karya yang ditarikan oleh mahasiswa isi. Terakhi sebagai tari penutup ditampilkan tari baris yang dibawakan oleh mahasiswa.

Selanjutnya adalah dharma wacana, yang disampaikan oleh Ketut Sandiada, Sos yang juga sebagai ketua PHDI Kota Yogyakarta. Dalam dharma wacananya ketut menyampaikan sebagai umat Hindu harus melaksanakan Bhakti yang satwika, bhakti yang Satwika artinya bahkti atau yadnya yang dilakukan/laksanakan yang berlandaskan Satyam, Siwam dan Sundaram. Satyam artinya, segala Bhakti/Yadnya yang dilakukan berpatokan kepada Weda, segala apek dalam bahkti harus dilakukan dengan benar. Siwam artinya kesucian, segala aspek Bhakti dan Yadnya harus benar-benar suci, dan Sundaram adalah Keindahan, unsur keindahan inilah yang memberikan rasa tenang dan damai saat melaksanakan Bhakti.

Selanjutnya adalah persembahyangan bersama, diawali dengan metirta pengelukatan dan ngayab Biokaon, Dhurmanggala dan Prayastita. Sembayang dipandu oleh Ida Made Panji, S.Ag dan dipimpin oleh Jeromangku Made Widiana. Diawali dengan melantunkan puja mantra Tri Sandya kemudian Kramaning Sembah. Kremaning sembah sebanyak 7 kali. Dilanjutkan dengan nunas tirta dan bija. Sebelum ditutup PHDI DIY melantik Panitia Nyepi Tahun Baru Saka 1940. Selesai pelantikan kemudian acara ditutup dengan parama santi bersama. Kemudian umat diarahkan untuk menikmati prasadam bersama.

Sekitar pukul 21.00 semua prosesi selesai dilaksanakan, sekitar 500 umat hadir. Hadir pula ketua PHDI DIY, Ida Bagus Agung, MT dan Pembimas Hindu Kanwil Kemenag DIY, Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag.,M.Si.(Mang Santi**).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*