PANITIA NYEPI DIY MELAKUKAN AUDENSI KEPADA NGARSO DALEM

Swarahindu.com, Rabu, 1 Pebruari 2017 tepat pukul 09.00 Panitia Perayaan Nyepi Tahun Saka 1939 (2017M) diterima audinsi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamangku Bhuwono X. Pertemuan itu dihadiri oleh ketua Panitia Nyepi Tahun ini AKBP. Dr. Nyoman Eddy Purnama, DFM, Sp.F, Parisada Hindu Dharma Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Wayan Ordiyasa, S.Kom, M.Kom, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta Ida Bagus Wika Krishna , S.Ag., M.Si dan seksi-seksi panitia Nyepi Tahun Saka 1939. Dalam pertumuan itu, lebih dulu dibuka dengan kata pengantar oleh Pembimas Hindu Kanwil Kemenag DIY, bahwa kedatang panitia Nyepi berserta rombongan memohon doa restu, arahan dan suport kepada bapak Gubernur DIY. Nyepi tahun ini jatuh pada tanggal 28 Maret 2017.

Kemudian ketua panitia Nyepi 2017 menjelaskan rangkaian perayaan acara Nyepi Tahun 2017 telah dimulai dari bulan Januari, yang mana puncaknya akan selesai di bulan April. Dalam perayaan Tahun ini,  dibagi menjadi tiga kelompok kegiatan, yaitu Kegiatan Keagamaan, Kegiatan Sosial Kemasyarakatan dan Kegiatan  Pawai Seni dan Budaya. Kegiatan keagamaan dimulai dengan Wanakerti yang akan dilaksanakan di Sleman tepatnya di lereng Gunung Merapi dan Di Gunung Kidul tepatnya di Hutan Wonosadi, Beji, Ngawen, kemudian diulanjutkan dengan acara Melasti di Pantai Ngobaran dan Melasti di pantai Parangkusumo,  Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan satu hari sebelum Nyepi dan Puncaknya adalah Dharma Santi pada bulan April yang akan direncanakan dilaksanakan di Bangsal Kepatihan Kantor Gubernur DIY. Kegiatan Sosial Kemasyarakatan akan dimulai dengan Yoga Massal di Pelataran Candi Prambanan dan Bhakti Sosial akan dilaksanakan dua kali, yang pertama Bhakti Sosial di Kecamatan Kretek berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako dan yang kedua dilaksanakan di Bangutapan tempat di Pura Jagadnatha Banguntopo, Bhakti Sosial berupa Pengobatan Gratis, Donor Darah, Pembagian Sembako dan Jalan sehat yang diperuntukan untuk masyarakat umum. Sedangkan kegiatan Seni dan Budaya berupa Saresahan Lintas Agama dan Budaya dan Pawai Ogoh-ogoh di Malioboro.

Bapak Gubernur sangat mendukung dan antausias dengan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh panitia Nyepi DIY 2017, terutama dalam kegiatan Wanakerti.  menurut beliau, kegiatan ini merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap alam semesta dengan cara menjaga kelestarian alam semsesta terutama Hutan lindung. Beliau mengungkapkan prihatin terhadap apa yang telah terjadi  di Gunung Merapi yang mana di lereng Gunung Merapi masih banyak yang gundul, sehingga menurut bapak Gubernur apabila terjadi hujan yang deras maka penyerapan air sangat minim dan  ketika Gunung meletus, maka tidak akan ada penghalang aliran larva. Oleh karena itu, beliau mengajak masyarakat untuk menjaga dan melindungi hutan yang menjadi milik kita bersama. Bapak gubernur juga menekankan kepada pihak pengelola warisan budaya  seperti Candi Prambanan dan candi Borobudur menyediakan ruang  dan membuat Fasilitas untuk para Wisatawan yang melakukan pemujaan di dekat candi, sehingga ketika ada kunjungan kenegaraan di Candi, pengunjung/wisatawan  yang datang  dapat langsung melakukan pemujaan. Terakhir beliau berpesan untuk selalu berkoodinasi dengan pemerintahan dan  mendoakan supaya semua kegiatan perayaan Nyepi bisa berjalan lancar, sukses dan memberikan dampak yang positif bagi semuanya. Sekitar pukul 09.40 panitia Nyepi beserta rombongan pamit dan dilanjutkan dengan foto bersama. (mang Santi**).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*