OMKARA RESORT&RESTO: MEMOHON MAAF KEPADA UMAT HINDU SELURUH INDONESIA

Sleman-(SHD), Rabu 20 Desember 2017,  PHDI Sleman, PHDI Gunungkidul dan Bimas  Hindu Kemenag D.I.Yogyakarta  bertindak cepat terkait banyaknya laporan dari umat Hindu tentang penggunaan simbol Omkara pada sandal oleh Omkara Resort dan Resto Yogyakarta. Dimana masalah tersebut menjadi VIRAL di media sosial, baik facebook maupun instagram. Melihat kejadian tersebut, PHDI Sleman, PHDI Gunungkidul, dan Pembimas Hindu melakukan gerak cepat dengan mendatangi Omkara Resort dan Resto yang berada di desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Dalam kunjungan tersebut,  rombongan bertemu dengan pemilik Omkara Resort dan Resto yang bernama David Mark Wiles. Beliau merupakan warga negara Australia dan sudah 30 tahun tinggal di Indonesia. Kedatangan beliau di Indonesia belajar dan mengajar diberapa kampus yang ada di Indonesia khususnya mengajar Bahasa Inggris sampai menikah dengan orang Indonesia dan mempunyai 2 orang putra.

Selama berkunjung ke Omkara resort dan resto diterima dengan baik oleh managemant Omkara resort. Dalam kesempatan tersebut rombongan diterima langsung oleh Pemilik Omkara Resort David Mark Wiles. Dalam penjelasannya, ia menggunakan Omkara  sebagai nama resortnya, karena diambil dari Bahasa Sanskerta” Omkara”  yang diartikan sebagai suara energy alam semesta. Arti tersebut sesuai dengan lokasi Omkara Resort dan Resto yang menyediakan nuansa alam semesta yang damai dan tenang. Omkara Resort dan Resto dibangun  menyatu dengan alam, terdengar suara air dari sungai yang ada, pepohonan, sawah, dan burung – burung, sehingga para pengunjung dapat menikmati suasana tenang yang ada alam sekitarnya.

Omkara Resort dan Resto berdiri dari tahun 2012 sampai sekarang dan tidak ada permasalahan dari umat Hindu. Namun ketika ada simbol Omkara pada sandal, baru masalah tersebut muncul. Dari keterangannya, beliau tidak mengecek  karyawannya tentang pencetakan Omkara pada sandal tersebut, karena  beliau sendiri lebih banyak di luar Jawa dan luar negeri. Pada bulan Juli 2017, ada salah satu temannya dari Bali yang datang berkunjung ke Resortnya   memberitahu  agar  tidak menggunakan simbol Omkara pada sendal. Sejak kejadian itu, ia telah menyuruh karyawannya untuk menghentikan pencetakan sandal tersebut dan menggantikannya dengan sendal polos. Namun ia merasa kaget ketika masalah ini muncul lagi, padahal sudah berpesan pada karyawannya agar tidak disebar lagi. Namun kini sudah ramai diberbincangkan dan viral di medsos.

Dari hasil tersebut, pak David selaku pemilik Omkara Resort dan Resto memohon maaf kepada umat Hindu seluruh Indonesia atas kejadian hal tersebut. Hal ini terjadi, atas kecerobohannya, dan ketidak tahuan  serta  kurang teliti dalam pengguna Omkara pada sandal yang kami buat.  Sedangkan untuk nama Omkara resort, pihak pemilik meminta waktu untuk melakukan proses peninjauan untuk mengganti nama. Semua bersepakat akan melakukan  dengan lembaga terkait tentang penggunaan nama.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut lembaga PHDI Sleman, PHDI Gunungkidul dan Pembimas Hindu D.I.Yogyakarta dengan Polda D.I.Yogyakarta melalukan peleburan/ pemusnahan produk tersebut dengan membakar sandal secara bersama-sama, sebagai bukti bahwa barang tersebut sudah tidak lagi diproduksi  lagi. Melalui bukti tersebut kiranya umat Hindu agar tetap tenang dan tidak mudah untuk diprovokasi oleh pihak lain. (HR**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*