ODALAN DI PURA EKA DHARMA BANTUL

Swarahindu.com, Sabtu 21 Januari 2017 sore hari sekitar pukul 17.00 umat Hindu berdatangan ke Pura Eka Dharma untuk mengikuti upacara Piodalan Pura Eka Dharma yang bertepatan dengan  Hari Suci Saraswati. Pura Eka Dharma yang beralamatkan di Jl. Gojen, Tamantirto, Kasihan, Bantul Yogyakarta ini di Empon oleh warga Jawa Setempat dan Tempekan (Paguyuban) Tirta Arum (Barat). Pada Piodalan yang telah berlangsung Hari Sabtu, 21 Januari 2017, Manggala Upacara Prosesi Piodalan oleh Ratu Begawan Putra Manuaba, yang diawali dengan Melinggihan/Menstanakan Ida Sang Hyang Widi, kemudian disambut dengan Tari Rejang Dewa. Setelah tari Rejang dewa dilanjutkan dengan pembersihan semua sesaji/banten Piodalan kemudian banten piodalan dihaturkan oleh manggala Upacara selesai menghaturkan banten piodalan diakhiri dengan prosesi pecaruan.

Setelah Prosesi menghaturkan sesaji Piodalan selesai, dilanjutkan dengan Dharma Wacana yang disampaikan oleh Adik Dewa Ayu Tir Shavitri denga tema Tri Hita Karana. Ayu dalam dharma wacananya menyampaikan dan mengajak kepada umat untuk menjaga keharmonisan manusia dengan Tuhan (Parahayangan) manusia dengan manusia (Pawongan) dan manusia dengan alam (Palemahan) dengan cara saling menghargai dan menjaga. Ayu juga menyampaikan, peristiwa-peristiwa seperti penculikan, perampokan, banjir dan isu sara itu terjadi karena manusia tidak mengaktualisasikan Ajaran Tri Hita Karana.

Sendra Tari juga ditampilkan dalam Acara Piodalan, Sendra Tari berceritakan seorang manusia berkepala binatang untuk melakukan Tapa Brata untuk memohon Anugerah kepada Tuhan, dan diakhir Pertapaannya datang seorang Bidadari dengan tujuan menggoda tapa manusia tersebut dann akhirnya petapa tergoda dan gagal menyelesaikan pertapaan yang hanya tinggal 1 hari.

Topeng Sida Karya sebagai akhir tari sakral yang dipersembahkan dalam piodalan pada malam itu, tari topeng sida karya ditarikan oleh bapak Ir. Ketut Gunawan,MT (Dosen UPN). Topeng Sidakarya ini ditarikan sebagain bentuk permohonan kepada Sang Hyang Widi agar semua Upacara/Yadnya diterima dan apabila ada yang salah dalam melasanakan Upacara Piodalan mohon diampuni. Tari-tarian diiringi oleh tabuh Bali yang ditabuh oleh anak-anak Pasraman Padma Bhuana, Keluarga Putra Bali Purantara (KPB) Yogyakarta dan dibantu oleh Mahasiswa ISI Yogyakarta serta Gambelan  Jawa juga mengiringi selama Prosesi Piodalan berlangsung.

Setelah selesai prosesi Piodalan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipandu oleh Bpk. Wasi Wiji diawali dengan Trisandya dan Kremaning Sembah. Kemudian setelah persembahyangan selesai, dilanjutkan sengan Nunas Tirta dan Bija kemudian penutup. Setelah penutup, umat juga diajak nunas/makan Prasadham bersama.

Piodalan Pura Eka Dharma dihadiri oleh Pembimas Hindu Kanawil Kemang DIY, bapak Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag., M.Si dan perwakilan dari PHDI DIY yang diwakili oleh Bapak I Wayan Sumerta, MT dan seluruh umat DIY yang hadir ± 300 umat. (mang santi**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*