MANTAPKAN KERUKUNAN MELALUI SARASEHAN LINTAS AGAMA

Bantul-(SHD), Sabtu 17 Februari 2018 Panitia Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1940 melaksanakan kegiatan Sarasehan Lintas Agama. Kegiatan Sarasehan dilaksanakan di Gedung Santi Sasana Pura Jagadnatha Banguntapa Bantul Yogyakarta. Sarasehan Lintas Agama merupakan kegiatan yang di adakan oleh panitia Nyepi 2018 dalam rangka Penyambutan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940.

Kegiatan Sarasehan Lintas Agama diadakan bertujuan untuk menjalin kerukunan, persaudaraan sejati dan bentuk silahturahmi dengan lintas agama. Melalui sarasehan diharapkan  jalinan persaudaraan dan toleransi dalam bermasyarakat dapat diwujudkan untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan  Indonesia sebagai negara yang memiliki berbagai Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan.

Sarasehan Lintas Agama diawali dengan Tabuh uyon-uyon Kelompok kerawitan Gema Jagadnatha , tepat pukul 19.30 acara dibuka oleh MC. Kemudian menyayikan lagu Indonesia Raya dan penampilan tari Golek Ayun-Ayun  kolaborasi antara Karawitan Gema Jagadntha dan anak-anak tari Gema Jagadntha. Kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia I Komang Kesuma. Dalam laporannya beliau menyampaikan kegiatan sarasehan lintas agama diadakan dalam rangka perayaan Nyepi tahun baru saka 1940/2018 masehi . Dimana kegiatan tersebut,  diharapkan umat Hindu dapat memantapkan kerukunan dan persaudaraan sejati untuk mencapai kehidupan yang damai dan harmonis.

Acara selanjutnya adalah Sambutan sekaligus membuka atau meresmikan sarasehan lintas agama oleh Bimas Hindu Kanwil Kemenag DIY, Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag.,M.Si.  Dalam sambutannya, beliau  menyampaikan kegiatan sarasehan lintas agama penting dilaksanakan dalam menghadapi situasi kerukunan beragama saat ini, dengan sarasehan atau dialog lintas agama yang telah dilaksanakan , diharapkan dapat mengurangi  kesalahpahaman dalam memaknai ajaran agama yang dianutnya.  Sebab setiap kejadian yang menyangkut nama agama, harus benar-benar kita cermati secara dalam, sehingga tidak menimbulkan provokasi yang menyinggung perasaan umat lain.

Sebelum masuk ke acara inti, diselingi penampilan Kidung Jagadnatha kolaborasi antara Sanggar Tari Bali Saraswati, KPB Purantara dan Pasraman Padma Bhuana. Penampilan Kidung Jagadnatha merupakan penampilan yang menyampaikan pesan walaupun manusia berbeda-beda dilahirkan dan dalam kelompok yang berbeda, sebagai manusia harus ingat bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan dan berasal dari satu sumber. Sehingga dalam mencapai kehidupan yang rukun, harmonis dan menjalin persaudaraan sejati  setiap menusia hendaknya saling memiliki dan menjaga karena sesungguhnya kamu adalah aku dan aku adalah kamu.

Tiba pada puncak acara yaitu sarasehan lintas agama, pada kesempatan itu, acara sarasehan dimoderatori  oleh Wayan Suweta Darma kemudian narasumber oleh KH.Abdul Muhaimin (Ketua FPUB) dengan  Keynote Speaker oleh Ida Bagus Wika Krishna  dari Bimas Hindu Kanwil Kemenag DIY.(Mang Santi**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*