Lestarikan Budaya Lokal, Jurusan Brahma Widya Gelar Pengabdian di Kampung Halaman Gubernur Bali

TEJAKULA-Puluhan masyarakat Desa Sembiran Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng mengikuti pengabdian masyarakat yang digelar Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sabtu (27/07), mengambil tema “Melalui Pengabdian Masyarakat kita Tingkatkan Sraddha dan Bhakti Umat Hindu dalam Melestarikan Budaya Lokal” Jurusan Brahma Widya berupaya terlibat aktif melestarikan budaya local yang adi luhur. Selain merupakan satu realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian terhadap masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi keberadaan kampus STAHN Mpu Kuturan sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Hindu Negeri di Bali Utara.

Penyerahan penghargaan dari ketua STAHN Mpu Kuturan

Salah satu alasan dipilihnya Desa sembiran sebagai lokasi pengabdian, karena memiliki sejarah peradaban perkembangan Hindu di Bali. Dalam laporannya Ketua Panitia I Putu Maria Ratih Anggraini, M.Fil.H menjelaskan latar belakang pemilihan lokasi pengabdian, ”Desa sembiran memiliki jejak sejarah Peradaban Hindu dan sebagai Desa Tua memiliki banyak kearifan Lokal yang patut dijaga”, Ungkapnya.

Lebih lanjut Ratih menjelaskan, sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi kegiatan ini juga menjadi kesempatan Dosen dan Mahasiswa Jurusan Brahma Widya melihat keunikan salah desa tua yang ada di kabupaten buleleng. Keunikan yang ada selain menambah wawasan juga diharapkan meningkatkan pemahaman tentang pelaksanaan ajaran agama yang diaplikasikan sesuai dengan Desa, Kala, Parta, sehingga kegiatan pelestarian budaya lokal harus terus dilaksanakan mengingat kekayaan budaya yang ada di Bali.

Pelatihan majejahitan untuk generasi muda Hindu Sembiran

“untuk pertama kalinya desa kami dijadikan tempat pengabdian oleh Lembaga pendidikan” Kata I Made Sariada.

Perbekel Desa Sembiran ini mengapresiasi tinggi kegiatan ini. Sebagai salah satu desa tua di bali, Desa Sembiran memiliki budaya yang khas. Dengan pengabdian ini ia berharap budaya lokal yang ada dapat terjaga di tengah arus perkembangan jaman. “Sudah banyak warga desa yang keluar untuk mencari pekerjaan dan ketika kembali pulang terkadang membawa pertanyaan bahkan pemahaman tentang pelaksanaan keagamaan yang sudah berjalan lama. Melalui pengabdian ini kami berharap makna dalam tradisi dan kearifan lokal disini mampu diungkap dan dijelaskan” tambahnya.

Pelatihan yoga untuk generasi muda sembiran

“Desa sembiran memiliki kearifan lokal yang luar biasa,” kata Prof. Dr. Drs. I Made Suweta Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Dalam sambutannya beliau menyampaikan,”Desa ini telah mampu menghasilkan tokoh-tokoh dengan kearifan lokalnya, contohnya Bapak Dr. Ir. I Wayan Koster, MM Gubernur Bali, dan Prof. Ketut Rindjin. Kedua sosok ini memberi dampak luar biasa bagi masyarakat luas. Jadi tidak perlu malu jadi orang yang lahir dan tinggal di Desa”, Tegasnya.

Krisna salah satu peserta pengabdian menceritakan pengalaman mengikuti kegiatan pengabdian. “ ini pengalaman pertama ikut pengabdian, dan semoga menjadi pengalaman tambahan untuk kegiatan KKN nanti di semester tujuh. Walaupun termasuk awam tapi banyak manfaat saya dapat dan juga bisa melihat secara jelas contoh nyata ilmu yang saya pelajari saat kuliah”. Jelas Mahasiswa semester tiga Prodi Filsafat Hindu ini. (har/hms)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*