Karma Marga (Pelayanan ibu-ibu Pura Podowenang)

Pembimas Hindu Yogyakarta bersama ibu-ibu pura Podowenang

Pura Podo Wenang merupakan salah satu pura yang berada di Kaliwaru, Ngawen. Pura ini merupakan salah satu yang menjadi basis umat Hindu, masyarakatnya hampir 50 persen beragama Hindu. Hidup dalam kesederhanaan layaknya penduduk-penduduk di pedesaan. Jumat, 15 Pebruari 2013 serangkaian dengan perayaan hari raya Nyepi tahun saka 1935, dilaksanakan pembinaan dan dialog keagamaan umat Hindu bersama Pembimas Hindu (Ida Bagus Wika Krishna), PHDI Gunung Kidul (Purwanto), dan Dosen Agama Hindu (Dhanu Pitoyo).

Pembinaan serasa demikian hangat dengan terjalinnya diskusi-diskusi keagamaan, materi ringan tentang ajaran-ajaran agama Hindu, dan permasalahan-permasalahan tekhnis yang dihadapi umat Hindu. Seusai  pelaksanaan pembinaan, dengan penuh kesederhanaan umat mempersiapkan makan siang berupa gudangan, telor dan beberapa jenis makanan.

Dalam kesempatan itu, pembimas Hindu menyempatkan diri untuk masuk ke dapur tempat diolahnya makanan. Ternyata di dapur yang sangat sederhana dan terbuat dari anyaman bambu itu berkumpul puluhan ibu-ibu yang memang bertugas memasak. Sungguh riuh suasana obrolan dan candaan yang muncul, terasa penuh kebahagiaan dan tawa.

Pertanyaan Pembimas Hindu terlontar dan ditanggapi dengan kepolosan ; ‘Lhoo… Ibu-ibu kenapa tidak ikut mendengarkan pembinaan ?’, Dengan riuh mereka menjawab ; ‘Tugas kami kan masak dan menyiapkan makanan pak, lagian badan, pakaian kami kotor’. Dalam konsep ajaran Hindu, sesungguhnya mereka telah mengaplikasikan ajaran Karma Marga, memberikan tenaga untuk mendukung aktifitas keagamaan tersebut. Demikian Agung ajaran Hindu menempatkan setiap Individu, bahwa sesungguhnya setiap pelayanan (Seva), adalah jalan menuju Kesucian. Setiap individu tengah mengabdikan dirinya pada ruang-ruang keagamaan. Jayalah Hindu…. (15/2/2013)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*