KAKANWIL KEMENAG DIY BUKA DHARMA SADHANA PASRAMAN DI KALIURANG

SHD-(Sleman), Jelang libur ramadhan anak – anak pasraman yang ada di D.I.Yogyakarta, akan dikumpulkan untuk menerima pendidikan Agama yang diselenggarakan oleh Bimas Hindu Kanwil Kemenag D.I.Yogyakarta.  kegiatan tersebut bernama Dharma Pasraman, dan sudah 2 tahun yang lalu Bimas Hindu D.I.Yogyakarta mengganti  istilah pasraman kilat dengan Dharma Sadhana Pasraman. Mengapa Istilah tersebut diganti,karena di Pasraman kilat dan Dharma Sadhana Pasraman isian materi yang diberikan kepada sisya pasraman sama yaitu ajaran agama Hindu yang mana lebih menekankan pada pratek – pratek atau tindakan – tindakan yang berhubungan dengan ajaran keagamaan. Hasil dari kegiatan tersebut, harapannya anak – anak sisya pasraman mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari – hari. Kegiatan Dharma Sadhana Pasraman yang dilaksanakan pada hari Jumat s.d Minggu, 26 s.d 28 Mei 2017 berlokasi di Kaliurang, Kabupaten Sleman. Paserta yang mengikuti kegiatan Dharma Sadhana Pasraman berjumlah 300 orang peserta. Mereka berasal dari Pasraman – Pasraman yang ada di seluruh D.I.Yogyakarta.

 

Selanjutnya acara Dharma Sadhana Pasraman dihadiri oleh Kakanwil Kemenag D.I.Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Bidang Tata Usaha Kanwil Kemenag D.I.Yogyakarta, Drs.H. Muhammad Lutfi Hamid, M.Ag, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag D.I.Yogyakarta, PHDI D.I.Yogyakarta, dan seluruh ketua Pasraman di Yogyakarta.

Kegiatan Dharma Sadhana Pasraman yang di Kaliurang, Kabupaten Sleman dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Tata Usaha Kanwil Kemenag D.I.Yogyakarta. Sebelum dibuka acara tersebut beliau memberikan sambutan, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa kegiatan Dharma Sadhana Pasraman supaya diberikan ruang yang lebih banyak, dengan tujuan supaya sisya – sisya pasraman yang sedang mengikuti kegiatan Dharma Sadhana pasraman dapat mengikuti dengan intensif dan juga mampu mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kemudian beliau juga menghimbau kepada panitia ataupun Bimas Hindu D.I.Yogyakarta agar kegiatan semacam ini selalu dihubungkan dengan semangat kebangsaan, tidak monoton pendidikan agama saja, supaya nantinya para peserta Dharma Sadhana Pasraman  dapat mencintai tanah airnya sebab di tangan para generasi mudalah Negara Indonesia dilanjutkan karena sisya pasraman mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk membangun Negara tersebut, dan juga punya hak untuk memimpin tanah air tersebut. Maka mari bersama bahu –membahu untuk membangun Negara Indonesia ini, secara bersama – sama tanpa membedakan ras, suku, dan agamanya, ungkap beliau.

Acara tersebut diakhiri dengan pembacaan doa oleh Pinandhita Marnaka, dan harapan kegiatan tersebut memberikan hasil yang positif untuk para sisya pasraman yang mengikuti kegiatan Dharma Sadhana Pasraman. Untuk tahun ini, kegiatan Dharma Sadhana Pasraman lebih menekankan pada praktek-praktek keagamaan seperti; membuat sarana upakara, yoga asanas, dan bhatik social. (HR**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*