JALIN KEAKRABAN MELALUI DHARMA SADHANA

Swarahindu.com, pemuda merupakan generasi penerus bangsa, sebab ditangan para pemuda inilah bangsa dapat terus terjaga keharuman namanya dan esksitensinya. Namun disisi lain makin banyak pengaruh – pengaruh negatif yang dapat mengurangi perannya dalam membangun bangsa dan agamanya. untuk terus menjaganya maka perlu kiranya para pemuda diberikan ruang yang cukup dalam mengembangkan eksistensinya baik kreatifitasnya maupun kemampuannya dalam hal berorganisasi. Sebab tidak bisa dipungkiri tumbangnya suatu pemerintahan atas gerakan dari pemuda. Khusus untuk pemuda Hindu hendaknya juga demikian dalam ikut membangun dan mengembangkan kemampuannya dibidang keagamaan Hindu.

Dari hal tersebut, Bimas Hindu Kanwil Kemenag D.I.Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Dharma Sadhana. Kegiatan Dharma Sadhana tersebut diikuti pemuda Hindu yang ada di D.I.Yogyakarta. Dimana peserta yang mengikuti 100 orang peserta, yang terdiri dari pemuda Hindu baik dilingkungan kampus maupun dilingkungan kepemudaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 7 s.d 9 Oktober 2016, lokasi kegiatan di Taman Eden I, Kaliurang, Sleman.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag M.Si selaku pembimas Hindu Kanwil Kemenag D.I.Yogyakarta. dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa melalui kegiatan Dharma Sadhana Maha Widya Pasraman inilah saling bekerjasama  dan menjalin komunikasi antara pemuda Hindu dan Mahasiswa dengan pemerintah yaitu Bimas Hindu dalam ikut berperan aktif dalam dinamika keagamaan Hindu di D.I.Yogyakarta. melalui kegiatan seperti inlah diharapkan pemerintah dapat mendapat aspirasi dari pemuda dalam memberikan pembinaan baik ke umat maupun ke generasi muda Hindu.

Dalam kegiatan tersebut narasumber yang diundang untuk memberikan materi adalah I Made Andi Arsana, ST, ME, Ph.D dosen UGM, Dr AA. Gede Ngurah Ari Dwipayana dari pegawai staff khusus kepresidenan, I wayan Sweta Dharma, ST, M.Sc. Yang mana mereka adalah tokoh – tokoh yang aktif dalam membangun kepemudaan pada masanya. Sehingga melalui para narasumber itulah para pemuda dapat mengikuti jejaknya dalam mengembangkan kepribadiannya.

Selanjutnya kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menjalin rasa persaudaran, kekeluargaan dan kearaban diantara pemuda Hindu dan mahasiswa Hindu yang selama ini jarang dipertemukan dalam setiap event – event kegiatan kepemudaan. Apalagi mereka sama – sama beragama Hindu yang setidaknya diberikan ruang untuk mengembangkan eskpresinya dalam keberagamaan. Serta mereka perlu diberikan bimbingan dan pembinaan dalam menguatkan keyakinannya yaitu Hindu Dharma.

Harapannya kegiatan tersebut memberikan efek yang positif bagi pemuda dan mahasiswa Hindu dalam membangun keumatan di Yogyakarta. Sebab, ditangan merekalah Hindu dapat bertahan dan berkelanjutan…

Astungkara…..

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*