ILMU PENGETAHUAN AGAMA PERSPEKTIF WEDA

Oleh : I Nengah Kayun Widyartana

Pendidikan dalam perspektif Weda menyatakan sebagai umat hindu tentu memiliki keyakinan tentang pancasrada. Sebagai orang tua tut wuri handayani . Mengarahkan anak2 kejalan yang benar, mengawasi dengan baik, dan tidak boleh lengah.

Seorang anak yang dimanja berlebihan tanpa pengawasan orang tua menimbulkan dampak negatif diantaranya kemalasan , kebodohan , ketamakan , pelanggaran kejahatan.  Untuk itu laksànakanlah kewajiban kita selaku orang tua atau selaku pendidik anak-anak secara bijaksana , karena Hasil akhir pendidikan adalah intelektual , finansial , spiritual dan budi pekerti yang luhur..

Setiap orang boleh saja tahu banyak hal akan tetapi pengetahuan itu harus dibawa dalam praktek kehidupan yang nyata. Jika ini tidak dilakukan maka pengetahuan akan tetap terbatas hanya sampai pengetahuan saja.

Pengetahuan yang sebenarnya bukan hanya mengetahui saja , tetapi lebih sempurna bila dibarengi dengan mengalami dan melakukannya. Ilmu pengetahuan agama akan lebih baik bila dibarengi dengan memulai , mengerjakan atau mempraktekannya. Sungguh indah bila mengajar anak-anak dengan panutan yang bisa diteladani. Misalnya orang tua menyuruh anak-anak rajin sembahyang , ikut kegitan dharma tula atau kegiatan keagamaan lain2nya. Alangkah baiknya lagi kalau orang tua ikut sebagai penggerak, pelopor untuk yang lebih dulu melakukannya .

Orang tua harus sering mengajak putra- putrinya sembahyang.
Mendorong ikut bergabung dengan kegiatan muda mudi di pura..
Bertemu dengan kawan2nya sesama agama. Semakin dekat dengan kawannya.
lebih meningkatkan bhakti lan crada serta menghindari putra- putrinya bergaul yang salah dan berpaling ke agama lain . Ingkar dengan agamanya dan lupa dengan kawitan/leluhur.

Hal yang paling krusial adalah saat menentukan perjodohan.
Apakah nantinya masih agama hindu apa tidak…
Banyak sudah yang melakukan jalan pintas dengan cara lompat pagar.

Percayalah …kalau sudah tertanam keyakinan yang kuat dan sudah militan dalam hindu, akan mempunyai prinsip dan tidak mudah untuk berpaling. Didoktrin yang tegas dan kuat : lahir hindu , besar hindu ,dan meninggalpun tetap hindu….

Kalau orang tua menghendaki anaknya ramah, penuh etika dan sopan santun , naka orang tuanya sendiri harus bersikap ramah , sopan , sabar baik dan mempunyai etika. Marilah kita semua patuhi perintah dan kewajiban Hyang widhi wasa dengan seksama, bila ingin anak-anak menjadi anak yang baik, rajin dan pintar . Menjadi lebih dewasa , mempunyai sifat mulia , budhi pekerti dan moral yang luhur.

Loke smin dvi vidha nistha .

Puna prokta maya nagha,

jnana yogama sankihyanam karna yogena yahinam.
(Bhagawad gita III. 3.)

Artinya :

Sejak dulu telah kukatakan , wahai Anagha , ada dua disiplin itu adalah jalan ilmu pengetahuan bagi cedikiawan dan jalan praktek kerja nyata bagi yang giat.

Tidak ada orang pintar tanpa belajar dan tidak ada orang berhasil tanpa kerja keras yang nyata.

Pendidikan merupakan kewajiban seiring tujuan agama yg sangat mulia ,
mencapai kesejahtraan dan kebahagiaan di bumi pertiwi ini .
tercapainya kebahagiaan abadi , menyatu dengan sang pencipta /brahman.

Om sidhirastu tad astu swaha.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*