HIDUP SUCI DAN ROHANI MENURUT BHAGAWAD GITA

 

Oleh : I Gede Suwardana
Penyuluh Agama Hindu Kab. Bantul

Setiap orang ingin hidupnya suci dan rohani. Berbagai ritual atau pertapaan yang dilakukannya. Dari yang bisa dinalar sampai diluar nalar. Umat Hindu, memiliki petunjuk suci atau Kitab Suci yang banyak, yang artinya ada banyak aturan dan peraturan yang diuraikan di dalamnya dan tentunya akan membuat pelakunya suci dan rohani, asalkan diikuti sesuai dengan aturan tersebut.

tulisan kecil ini, sebagai pengingat, bahwa disamping berjejernya Kitab suci yang kita miliki (umat Hindu), hampir tidak semua pernah kita baca (bagi yang pernah tidak boleh tersinggung nggih..)..

ada satu kitab yang sering saya dan keluarga baca, setiap hari…. Berusaha…

Memang Bhagawad Gita bukanlah satu satunya Kitab Suci Hindu, namun, dinyatakan Dalam Gita Mahatmya mantra 1, bahwa kalau seseorang mempraktekkan ajaran Bhagawad Gita sebagaimana mestinya, dia akan dibebaskan dari segala kesengsaraan dan kecemasan hidup, dan penjelmaannya yang akan datang akan bersifat rohani.

Mengenai hidup suci dan rohani, saya mengajak pembaca semua untuk membuka Bhagawad Gita bab 2 sloka 54, dimana Arjuna, kawan tercinta, dan penyembah Sri Krishna ini, bertanya kepada Sri Krishna,” O Sri Krishna, bagaimana ciri-ciri orang yang kesadarannya sudah khusuk dalam kerohanian seperti itu? Bagaimana cara bicaranya serta bagaimana bahasanya? Dan bagaimana ia duduk dan bagaimana ia berjalan.”

Kata kata seperti itu, sangat bermakna disini, karena artinya ada pernyataan Sri Krishna sebelum pertanyaan ini ada. Mari kita lihat percakapan sebelumnya….

Sebagian cuplikan percakapannya dinyatakan dalam Bhagawad Gita 2.52 dan 53, Sri Krishna menyatakan kepada Arjuna bahwa Bila kecerdasanmu  sudah keluar dari hutan khayalan yang lebat, engkau akan acuh terhadap segala sesuatu yang sudah didengar dan segala sesuatu yang akan di dengar. Bila pikiranmu tidak goyah lagi karena bahasa kiasan Weda, dan pikiran mantap dalam semadi keinsafan diri, maka engkau sudah mencapai kesadaran rohani.

Jadi, di pahami bahwa kalau sudah mencapai kesadaran rohani otomatis orang yang bersangkutan sudah suci dan rohani.

Ciri cirri orang yang khusuk dalam kesadaran rohani

  1. Bila seseorang meninggalkan segala keinginan untuk kepuasan indria-indria, yang muncul dari tafsiran pikiran
  2. Bila pikirannya yang sudah disucikan dengan cara seperti itu hanya puas dalam sang diri.

Resi Yang Mantap dalam pikirannya

  1. Orang yang pikirannya tidak goyah bahkan ditengah tengah tiga jenis kesengsaraan
  2. Tidak gembira pada waktu ada kebahagiaan
  3. Bebas dari ikatan, rasa takut dan amarah.

Orang Yang teguh dalam Pengetahuan  yang Sempurna adalah Didunia material, orang yang tidak dipengaruhi oleh hal yang baik dan hal yang buruk yang diperolehnya  dan Tidak memuji maupun mengejeknya

Orang Yang Mantap  dengan teguh dalam Kesadaran yang sempurna

  1. Orang yang dapat menarik indria-indrianya dari obyek-obyek indria, bagaikan kura kura  yang menarik kakinya ke dalam cangkangnya.
  2. Kepuasan indria indria sang roh di dalam badan dibatasi, walaupun keinginan terhadap obyek-obyek indria tetap ada, untuk memperoleh rasa yang rohani yang lebih tinggi.

Orang Yang mempunyai Kecerdasan yang Mantap

  1. Orang yang mengekang dan mengendalikan indria-indria sepenuhnya
  2. Memusatkan kesadaran sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Menarik/ Sempurna/ Maha Tahu

Cara Duduk orang Yang Insaf akan sang Diri

Lebih lanjut dinyatakan oleh Sri Krishna bahwa selama seseorang mengembangkan obyek-obyek indria-indria, ikatan terhadap obyek-obyek indria itu berkembang. Dari ikatan tersebut berkembanglah hawa nafsu, dan dari hawa nafsu timbulah amarah.  Dari amarah timbullah khayalan yang lengkap, dari khayalan ingatan bingung. Bila ingatan bingung, kecerdasan hilang, bila kecerdasan hilang, seseorang jatuh lagi ke dalam lautan material.

Orang hanya bisa dan sanggup  menerima karunia  Tuhan adalah orang yang sudah bebas dari segala ikatan dan rasa tidak suka serta sanggup mengendalikan indria-indria melalui prinsip-prinsip kebebasan. Sehingga orang tersebut diatas sudah terbebas dari tiga jenis kesengsaraan.

Kecerdasan rohani dan pikiran yang mantap dimiliki oleh orang yang memiliki hubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga orang yang bersangkutan bisa mencapai kedamaian, sehingga dia memiliki kebahagiaan.

Kecerdasan yang mantap di miliki bila indria-indria sudah dikekang dari obyek-obyeknya. Kecerdasan seseorang dapat dilarikan bahkan oleh satu saja diantara indria indria yang mengembara dan menjadi titik pusat untuk pikiran.

Cara Berjalan Orang Yang Insaf akan sang Diri

Para Resi yang yang Mawas diri adalah seseorang yang menganggap Malam hari bagi semua makhluk adalah waktu sadar bagi orang yang mengendalikan diri dan waktu sadar bagi semua makhluk sebagai malam hari.

Kedamaian bisa dicapai oleh hanya orang yang tidak terganggu arus keinginan yang mengalir terus menerus  yang masuk bagaikan sungai sungai ke dalam lautan, yang senantiasa diisi tetapi tetap tenang. Hanya orang yang sudah meninggakan segala jenis keinginan  untuk kepuasan indria-indria, hidup bebas dari keinginan, sudah meninggalkan segala rasa ingin memiliki sesuatu dan bebas dari keakuan palsu.

Sekarang pertanyaannya adalah apa yang sudah kita lakukan untuk hidup suci dan rohani tersebut?

Selamat melaksanakan kehidupan suci dan Rohani. Om tat sat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*