Gerak Tari; Tradisi Hindu Untuk generasi

Seni tari merupakan seni gerak yang banyak mengandung unsur estetika jiwa yang luhur. Keseragaman dalam gerak tari sejatinya terdapat pada keluwesan serta penjiwaan yang mendalam oleh setiap penarinya. Dalam hal ini, menari memiliki banyak sekali ilmu keagungan bagi siapa saja yang mampu mearikan tarian dengan baik dan benar. Teruntuk pada seni tari tradisional di jawa yaitu tari gambyong. Dalam sejarahnya, istilah gambyong diambil dari nama seorang penari tledek (tayub). Busana yang dikenakan, menampakkan keanggunan dan kecantikkan seorang wanita yang dapat dilihat dari setiap gerakan dalam tarian ini.

Peran tari gambyong dalam tradisi budaya Jawa memang dianggap sangat penting, dikarenakan tari ini pada jamannya digunakan dalam setiap upacara tradisional kerajaan, khususnya di wilayah Jawa dan sekitarnya. Yang mana hingga saat ini, tari gambyong dikembangkan oleh para generasi muda penerus agama Hindu di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di kabupaten Gunungkidul untuk terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Adapun dikembangkan dalam hal ini adalah memperkenalkan sejak dini, seni gerak tersebut kepada anak-anak disetiap pasraman di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Banyaknya upacara sakral yang sering diadakan di wilayah Gunungkidul mendorong setiap generasi untuk terus berlomba-lomba dalam mempelajari tari tersebut. Meskipun semakin pesatnya budaya luar yang juga banyak mempengaruhi kebiasaan anak-anak tersebut, namun setiap generasi penerus agama hindu tidak gentar untuk selalu menanamkan nilai tradisi yang adi luhung melalui tari gambyong kepada setiap generasinya.

Hal ini lah yang menjadi semangat anak-anak pasraman di wilayah Gunungkidul untuk tetap mau dalam melestarikan budaya yang mereka miliki. Semangat belajar mereka, akan dituangkan dalam kegiatan-kegiatan atau rangkaian-rangkaian upacara dalam menyambut hari besar Agama Hindu yakni Hari Raya Nyepi Tahun 2017 Caka 1939, seperti upacara Wanakrti, upacara melasti, dharma Shanti Kabupaten, maupun Upacara piodalan di setiap Pura masing-masing.

  • Penulis: Vidha Puri Santoso
  • Penyuluh Agama Hindu Non PNS DIY

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*