DIY MENJADI TUAN RUMAH JAMBORE PASRAMAN TAHUN 2016

Daerah Istimewa Yogyakarta kembali akan menjadi tuan rumah even besar yang diselenggarakan oleh Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI. Setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan Festival Seni Sakral beberapa tahun silam, Yogyakarta kali ini akan menjadi tuan rumah Jambore Pasraman Tingkat Nasional ke-4 Tahun 2016. Dalam keterangannya, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag DIY, Ida Bagus Wika Krishna menyampaikan bahwa menurut rencana Jambore Pasraman ke 4 tahun 2016 akan dilaksanakan pada tanggal 25 s/d 29 Juli 2016. Surat Keputusan tentang Kepanitiaan Jambore Pasraman sudah ditandatangani oleh Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Ketut Widnya. Kepanitiaan ini melibatkan panitia dari pusat dan daerah. Dirinya juga sudah melakukan audiensi ke Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI beberapa waktu yang lalu untuk melakukan koordinasi seputar persiapan acara tersebut. lebih jauh Ida Bagus Wika juga menyampaikan bahwa pihaknya juga mendapat dukungan positif umat Hindu di Yogyakarta. Untuk itulah dia yakin Jambore Pasraman ke 4 ini akan berjalan dengan baik.

Pembimas Hindu D.I.Yogyakarta Audensi dengan Direktur Pendidikan “Kami umat Hindu DIY sangat menyambut baik dan siap menjadi penyelenggara Jambore Pasraman Tingkat Nasional yang akan berlangsung untuk ke-4 kalinya ini, karena kegiatan semacam ini sungguh mendukung misi Kementerian Agama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan. Selaku Menteri Agama RI, saya berharap serta berpesan kegiatan pasraman hendaknya dapat sebagai tiang pancang untuk meningkatkan moral, etika, dan estetika generasi muda, untuk itu kami umat Hindu DIY siap untuk menjadi tuan rumah” kata Ida Bagus Wika Krishna. Lebih dari itu pria yang akrab dipanggil Gus Wika ini ¬†juga menginginkan, kegiatan Jambore Pasraman Tingkat Nasional ini, mampu mendorong dinamika generasi muda Hindu menjadi lebih dinamis, eksploratif dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasannya. Oleh karena itu, adik-adik Pasraman harus terus menerus memupuk jiwa patriotisme, nasionalisme, dan semangat membangun untuk kejayaan negara kita, dengan memupuk rasa tanggung jawab (sense of belonging), dan rasa kepedulian (sense of responsibility). Kesadaran ini harus dibangun sejak dini, dipupuk secara terus menerus dan berkesinambungan untuk memperkuat rasa kebersamaan kita sebagai tunas bangsa.

Sebagaimana diketahui, bahwa pendidikan keagamaan Hindu yang dilaksanakan pada setiap Pasraman di Indonesia memiliki karakteristik yang sangat khas dan berbeda-beda. Kekhususan itu terletak pada diberinya ruang pada pengaruh adat, budaya keagamaan yang berkembang pada daerah tertentu. Karenanya melalui Jambore Pasraman Nasional diharapkan ajaran agama dapat diimplementasikan dan dikolaborasikan dengan adat dan budaya setempat. Konsep ideal ini diakomodir melalui kegiatan Jambore Pasraman Tingkat Nasional, melalui sejumlah kegiatan yang dilombakan diantaranya; Lomba Mantra Tri Sandhya, Lomba Kramaning Sembah, Lomba Yoga Asanas, lomba Cipta Lagu Kreasi Keagamaan Hindu, Lomba Puisi Keagamaan Hindu, Lomba Pantun Keagamaan Hindu, Pelafalan Doa Sehari-hari dan Lomba Outbound dan juga kegiatan Pendalaman/ Pembinaan serta Sarasehan.

“Sebagai Pembimas Hindu, saya juga berharap Jambore Pasraman mampu menjadi media dalam menanamkan jiwa dan semangat kebersamaan, kepedulian, dan cinta tanah air serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Saya percaya bahwa adik-adik Pasraman, dapat tampil dalam barisan terdepan, dan bertanggungjawab membangun masa depan bangsa ini menuju Indonesia yang lebih baik.” jelasnya.

Jambore Pasraman Tingkat Nasional diselenggarakan 2 tahun sekali yang melibatkan lebih kurang 1000 siswa siswi Pasraman se Indonesia. Dua tahun yang lalu even ini diselenggarakan di Kota Solo Jawa Tengah yang dibuka oleh Menteri Agama RI dan ditutup oleh Wamenag RI.

 

Sumber: Kicauan Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*