YOGA (I)

IMG_8539Apa itu yoga?

 Yoga merupakan sistem kesehatan menyeluruh (holistik) yang terbentuk dari kebudayaan India kuno sejak 3000 SM yang lalu. Yoga atau yuj – dalam bahasa Sanskerta kuno—berarti union (penyatuan). Penyatuan antara Atman (diri) dan Brahman (Yang Mahakuasa). Intinya, melalui yoga seseorang akan lebih baik mengenal tubuhnya, mengenal fikirannya, dan mengenal jiwanya. Semakin ia mengenal seluruh aspek dirinya itulah maka semakin dekat pula ia dengan Sang Penciptanya.

                Diibaratkan, tubuh adalah sebuah kendaraan dan fikiran sebagai pengemudinya. Saat “mengemudikan” tubuh, fikiran terpengaruh oleh tiga hal, yaitu : emosi, akal dan aksi. Agar tubuh tetap dapat beroprasi dengan baik, ketiga hal yang mempengaruhi pikiran harus dijaga agar selalu dalam keadaan seimbang. Para yogi masa lampau memahami keterkaitan antara tubuh dan pikiran ini dan akhirnya menciptakan suatu sistem –yoga—yang merupakan kombinasi unik antara gerakan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan fisik dan cara bernafas serta meditasi yang dapat memberikan ketenangan fikiran. Dengan berlatih yoga, seseorang bagaikan pemilik kendaraan yang mampu merawat dan memperbaiki sendiri kendaraannya apabila terdapat kerusakan sehingga ia tetap berada dalam kondisi yang prima dari waktu ke waktu.

Yoga adalah the living science karena hampir seluruh aspek kehidupan dapat dikaitkan dengannya. Walapun berumur ribuan tahun, yoga dirasakan tetap sesuai untuk dipraktikan oleh masyarakat modern saat ini. Masyarakat tertarik untuk mempelajari yoga dengan berbagai latar belakang. Ada yang ingin mendapatkan tubuh yang lebih baik—baik itu dilihat dan baik pula ditinggali—dan ada pula yang ingin menghilangkan ketidaknyamanan pada bagian fisik tertentu, seperti sakit punggung dan pinggang. Selain itu, ada pula yang menginginkan yoga untuk meredakan kegelisahan dan sebagai pegangan untuk mengisi kekosongan dalam hidup.

                Sejak awal pembentukannya, ada sembilan bentuk aliran yoga yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus para siswa yoga, yakni :

  1. Jnana yoga (penyatuan melalui pengetahuan)
  2. Karma yoga (penyatuan melalui pelayanan sosial terhadap sesama manusia)
  3. Bhakti yoga (penyatuan melalui bakti terhadap Tuhan)
  4. Yantra yoga (penyatuan melalui pembuatan visual/mandala)
  5. Tantra yoga (penyatuan melalui pembangkitan energi cakra)
  6. Mantra yoga (penyatuan melalui suara dan bunyi)
  7. Kundalini yoga (penyatuan melalui pembangkitan energi kundalini – the colling serpent cakra dasar)
  8. Hatha yoga (penyatuan melalui penguasaan tubuh dan nafas)
  9. Raja yoga (penyatuan melalui penguasaan fikiran dan mental)

Yang paling banyak dipratikan saat ini, terutama di dunia barat, ialah Hatha Yoga. Hatha yoga berfokus pada teknik asana (postur), pranayama (olah nafas), bandha (kuncian), mudra (gestur) serta relaksasi yang mendalam. Berbagai macam gerakan yang disertai cara nafas yang benar dipercaya dapat miningkatkan kekuatan dan kelenturan, meredakan ketegangan, serta memberikan energi baru dalam tubuh.

                Selain itu, terdapat pula empat aliran yoga yang dianggap paling besar karena memiliki nilai-nilai yang scientific dan universal, yaitu :

  1. Jnana yoga (yoga akan ilmu pengetahuan)
  2. Karma yoga (yoga akan pelayanan terhadap sesama manusia)
  3. Raja yoga (yoga akan penguasaan fikiran dan mental)
  4. Bhakti yoga (yoga akan bakti terhadap Tuhan)

Intinya selain mempraktikan hatha yoga, sangat disarankan untuk melakukan keempat aliran ini, yang akan meningkatkan kualitas dan manfaat praktik yoga kita secara menyeluruh.

 Hatha Yoga

Dalam bahasa Sanskerta, ha berarti matahari dan tha berarti bulan.

                Hatha yoga menekankan penyeimbangan kedua kekuatan yang bertolak belakang pada tubuh, seperti halnya energi maskulin (the sun/matahari) dan energi feminim (the moon/bulan), yin yang, kiri kanan, tarikan dan hembusan nafas, sedih gembira dan lain sebagainya. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan alami tubuh dengan mempraktikkan kelima prinsip yoga.

5 Prinsip dalam Yoga

  1. Berlatih dengan teratur, postur yoga (asana) membantu meregangkan dan membina otot, serta menguatkan tulang dan melenturkan sendi. Asana menstimulasi penegluaran hormon endorfin—the feel good hormone—yang menciptakan rasa nyaman pada tubuh.
  2. Bernafas dalam, bernafas dengan Dhiirga swasam (teknik pernafasan yoga penuh) meningkatkan kapasitas paru-paru agar proses bernafas menjadi lebih optimal. Teknik-teknik pernafasan dalam pranayama juga membantu menguatkan organ tubuh internal, meningkatkan kontrol emosi, dan memberikan sensasi relaks yang mendalam.
  3. Pola makan yang seimbang, pola makan yang seimbang meningkatkan imunitas (daya tahan) tubuh, melancarkan proses alami pencernaan, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, dan menenangkan fikiran.
  4. Beristirahat cukup, menjaga ritme yang seimbang antara bekerja dan beristirahat akan mempertahankan tubuh dalam keadaan yang selalu prima dari waktu kewaktu. Beristirahat dalam Savasana (postur mayat) setelah melakukan asana akan meningkatkan rasa nyaman dan rileks pada tubuh, melancarkan sirkulasi darah, dan mengembalikan kondisi tubuh pada kondisi yang stabil.
  5. Berfikir positif dan bermeditasi, berlatih asana yang disertai pranayama dan meditasi akan memurnikan fikiran dari fikiran dan emosi negatif, serta meningkatkan rasa percaya diri. Meditasi akan membimbing fikiran untuk lebih dalam masuk ke realisasi diri yang merupakan tujuan tertinggi dalam berlatih yoga.

(Bersambung)

Ir. Ngakan Ngurah Mahendrajaya, MT
Alumni: Universitas Atma Jaya Jogjakarta

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*