BUPATI BANTUL HADIRI UPACARA MELASTI

Swarahindu.com, Minggu 6 Maret 2016 umat Hindu D.I.Yogyakarta melaksanakan upacara melasti. Upacara melasti yang dilaksanakan pada pukul 02.00 wib, mengambil lokasi di Pantai Parang Kusumo, Kabupaten Bantul. Pelaksanaan upacara tersebut dihadiri 1000-an lebih umat Hindu yang ada di D.I.Yogyakarta maupun dari Jawa Tengah. Pelaksanaan melasti yang dilaksanakan oleh panitia perayaan Nyepi Tahun Baru saka 1938/2016, diawali dengan mengarak pepuluh menuju pantai Parangkusumo. Iringan tersebut terdiri dari pasepan , para pinandhita, senjata nawa sanga, pretima, dan seluruh umat Hindu menuju lokasi Pantai Parangkusumo.

 IMG_9074 IMG_9190 IMG_9288 IMG_9329

Upacara melasti merupakan upacara untuk mensucikan jagat agung dan jagat alit serta semua mahluk hidup semua dapat bersihkan dari segala mala yang ada didunia ini. Melasti adalah serangkaian upacara untuk menyambut Tahun Baru Saka atau menyambut hari Raya Nyepi yang sudah menjadi agenda rutin umat Hindu yang ada di D.I.Yogyakarta khususnya dan umat Hindu Indonesia pada umumnya.

IMG_9521 IMG_9356 IMG_9422 IMG_9467

Kegiatan melasti yang dilaksanakan di Pantai Parangkusumo dihadiri oleh Bupati Bantul bapak Suharsono bersama ibu, Kepala Kejagung Bantul, Pembimas Hindu Kamwil Kemenag D.I.Yogyakarta, PHDI D.I.Yogyakarta, Kabupaten dan Kota dan lembaga – lembaga keagamaan Hindu.  Dalam sambutan Beliau mengatakan, kehadirannya ke upacara Melasti sebagai wujud toleransi antar umat beragama. Ia berkomitmen memberi jaminan keamanan bagi warganya atau siapa saja yang melaksanakan upacara keagamaan di Bantul. “Semoga setiap tahun saya dapat menghadiri upacara Melasti seperti ini, atau pun upacara umat beragama lain. Saya sebagai bupati memberikan jaminan keamanan seratus persen dalam setiap upacara keagamaan di Kabupaten Bantul,” tegas Suharsono.

IMG_9577Semoga melalui upacara melasti yang telah dilaksanakan oleh umat Hindu D.I.Yogyakarta mendapatkan waranugraha dari Hyang Widhi dan bisa membersihkan hati dan jiwanya sampai pada puncak brata penyepian. Sehingga setelah perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938/2016 Masehi, umat Hindu semakin meningkat Sradha dan Bhaktinya. Jayalah Hindu…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*