BANGUN TOLERANSI MELALUI DIALOG LINTAS AGAMA

Swarahindu.com, Sabtu 4 Maret 2017, Bhinneka Tunggal Ika semboyan negara ini akhir-akhir ini sepertinya sedang teruji, banyak gejolak yang terjadi di masyarakat yang mengatas namakan agama maupun golongan. Namun sepertinya bangsa ini tidak mampu di pecah belah, para tokoh agama dengan sigap mengantisipasi dengan mengadakan berbagai macam dialog antar umat beragama.

Peran umat Hindu dalam menyikapi hal itu salah satunya Panitia Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka yang ke 1939 mengadakan dialog antar umat beragama pada hari Sabtu bertempat di gedung Santisasana dengan jumlah peserta dialog sekitar 150 orang.

Acara di mulai pukul 18.30 wib diawali dengan gending-gending jawa oleh karawitan anak Gema Jagadnatha Banguntapan diteruskan Lagu Pop Keagamaan , tari Kebhinnekaan dari SD Prima dan tari Gambyong dari Sanggar tari Bali Siwa Nataraja.

Kegiatan tersebut diawali dengan laporan  Ketua Panitia Nyepi Daerah Istimewa Yogyakarta, Bpk AKBP dr. I Nyoman Eddy Purnama, DFM, SpF, dilanjutkan sambutan dari Bpk. Ida Bagus Wika Krisnha, S Ag, M.Si selaku Pembimas Hindu Daerah Istimewa Yogyakarta yang menyampaikan tentang menjaga sikap toleransi antar umat beragama di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya didaerah Bantul. Apabila elemen bangsa ini tidak mampu menjaga toleransi berarti bangsa ini mengingkari apa yang sudah disepakati oleh para leluhur pendahulu bangsa ini, begitu beliau tegaskan.

Sebagai selingan ditampilkan Senandung Gita Lagu Kerohanian Empat Agama Katolik/Kristen Hindu Budha dari WHDI ( Wanita Hindu Dharma Indonesia), LPDG ( Lembaga Pengembangan Dharma Gita ) dan KPB ( Keluarga Putra Bali ) Purantara.

Dialog dimulai dengan Keynote speach, Bpk. Kombes (Purn) Drs. H. Suharsono ( Bupati Bantul ) dengan moderator mas Ridho dan pengantar diskusi Bpk. Made Andi Arsana. Perwakilan dari masing-masing tokoh Agama : Hindu diwakili oleh Bpk. Drs Ida Bagus Agung, MT; Budha diwakli oleh Bpk. Totok ( FKUB DIY ); Kristen diwakili oleh Pendeta Agus Haryanto; Katolik diwakili oleh Romo Endra Wijaya; Islam oleh Bpk. Beny Suseno.

Yang dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dan sertifikat dan penandatanganan Deklarasi Kebhinnekaan,diakhiri dengan pertunjukan kesenian Hadroh dan Barongsai.

Harapan kita sebagai umat Hindu harus bisa menjaga toleransi dengan berbagai macam perbedaan yang ada.” Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa”. (Mujirah**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*