Gelang TRIDATU (Identitas Kehinduan)

I.B Wika Krishna
I.B Wika Krishna

Oleh : I.B Wika Krishna

Beberapa tahun terakhir, ada yang menarik dalam dinamika umat Hindu di Indonesia. Sangat lasim kita melihat umat yang menggunakan gelang Tridatu (Benang yang di jalin dari tiga unsur warna, merah-Hitam-Putih) di tangan, fenomena ini hampir menyentuh seluruh lapisan umat Hindu, dari anak-anak, remaja dan tua.

Dahulu, gelang Tridatu hanya digunakan di Bali saat ada wabah (grubug) dalam satu wilayah desa. Digunakan sebagai penanda agar tidak terkena pengaruh negatif dari wabah yang sifatnya Niskala. Namun kini, gelang Tridatu digunakan dalam keseharian umat Hindu. Tampaknya Gelang Tridatu mulai berubah fungsi, dari yang sifatnya Niskala kini menjadi identitas kehinduan. Weeks (1990: 89) menyimpulkan identitas adalah soal kesamaan dan perbedaan, soal personal dan sosial, “soal apa yang kamu miliki secara bersama-sama dengan beberapa orang dan apa yang membedakanmu dengan orang-orang lain”. Fenomena ini menunjukkan bahwa, secara sadar umat Hindu mulai menunjukkan penanda dalam satu kesatuan agama dan sekaligus pembeda dengan Umat agama Lainnya.

Gelang Tridatu sendiri secara filosofis merupakan warna yang mewakili aspek ketuhanan, Merah sebagai warna Dewa Brahma, Putih sebagai warna Dewa Iswara/Siwa, dan Hitam sebagai warna Dewa Wisnu. Sekaligus mengingtakan tentang proses kehidupan yang diwakili dari tiga dewa tersebut (Tri Murti), Brahma-Uthpti/penciptaan, Wisnu-Sthiti/Pemeliharaan dan Siwa-Pralina/Peleburan. Dalam konteks keberaksaraan juga diwakili dengan : Ang-Ung-Mang. Pada Akhirnya kesatuan dari ketiganya adalah Omkara atau Hyang Widhi/Brahman itu sendiri.

Apabila dirujuk lebih jauh, konsepsi ketuhanan ‘Ekatva Anekatva Svalaksana Bhatara (Hyang Widhi adalah satu dalam yg banyak dan banyak dalam yang Satu)’. Warna-warna yang mewakili Dewa-dewa Hindu terpapar dalam konsep Dewata Nawa Sangga dan sekaligus karakter dari warna tersebut, Yaitu :

1. Iswara : Putih (Suka sugih tur Rahayu, dana Punia Sthiti Bhakti)
2. Mahesora : Merah Muda (Widagda sira ring Niti, Subhaga sirang Bhuana)
3. Brahma : Merah (Sampurna tur Dirghayusa, pradnyan maring Tattwa Aji)
4. Rudra : Jingga (Dharma Sira tur susila jana nuraga ring Bhumi)
5. Mahadewa : Kuning (Tut sira sura ring rana, prajurit watek mangaji)
6. Sangkara : Hijau (Teleb ring tapa brata, gorawa satya ring budhi)
7. Wisnu : Hitam (Sudira suci laksana, surupa lan sadhu jati)
8. Swayambhu : Biru (Paripurna santha Dharma, sudha,sidhi sihing warga)
9. Siwa : Pancawarna (Gung prabhawa sulaksana. Satya brata tapa samadhi)

Penggunaan gelang tridatu yang mulai demikian memasyarakat di kalangan umat Hindu, tentu saja secara sosial bisa menjadi Identitas kehinduan, sekaligus secara religius bisa menjadi media untuk selalu eling atau ingat akan Hyang widhi. Sekaligus mengingat siklus kehidupan di dunia ini, Lahi-Hidup-Mati. Sepertihalnya sabda kitab suci ‘Prasantha manasam hy enam, yoginam sukham utamam’ Artinya orang yang yakin dan selalu ingat memusatkan diri pada Hyang Widhi akan mendapatkan ketenangan bathin.

Mantra Puja Trimurti :
Om Brahma wisnu Iswara dewam,
Jiwatmanam trilokanam,
sarwa jagat pratistanam,
sudha klesa winasanam.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*