UPACARA ODALAN DI PURA BHAKTI WIDHI, NGAWEN

Gunungkidul-(SHD), Purnama kesebelas, tepatnya pada tanggal 10 Mei 2017, menjadi hari yang membahagiakan bagi seluruh umat Hindu di Pura Bhakti Widhi, Bendo, Beji, Ngawen, Gunungkidul, karena pada saat itu merupakan hari ulang tahun Pura Bhakti Widhi atau lebih dikenal dengan Piodalan Pura Bhakti Widhi yang telah berumur 15 tahun.

Berbagai persiapan dilakukan oleh seluruh umat, mulai dari kerja bakti persiapan tempat, jejahitan, mendhak tirta, sampai pada puncak acara persembahyangan piodalan.

Acara Piodalan di mulai dengan prosesi mendhak tirta pada pagi harinya yaitu pada pukul 09.30 WIB. Pada prosesi mendhak tirta di Pura Bhakti Widhi ini merupakan acara yang luar biasa, karena mendhak tirta dilakukan di 7 (tujuh) sumber mata air yang konon di 7 (tujuh) sumber mata air ini airnya tidak pernah kering walaupun pada musim kemarau panjang sekalipun dan salah satunya adalah sumber mata air yang terletak di Hutan Adat Wonosadi.

Dengan penuh rasa bahagia dan bangga umat hindu mengikuti prosesi mendhak tirta ini. Prosesi selanjutnya adalah mendhak bhatara yang dilakukan pada sore harinya yaitu pada pukul 16.30 WIB, sebelum persembahyangan piodalan dimulai. Prosesi ini dimaksudkan untuk menjemput para Bhatara yang berada diperempatan sebagai simbol dari empat arah para dewa untuk dilinggihkan dipelinggih yang ada di  Pura Bhakti Widhi, agar memberikan waranugraha dan memberi pengayoman kepada seluruh umat Hindu di Pura Bhakti Widhi.

Puncak dari acara piodalan ini adalah prosesi persembahyangan piodalan. Dalam prosesi ini, seluruh umat hindu di Pura Bhakti Widhi dan umat hindu dari pura lain di sekitar Pura Bhakti Widhi memadati dan mengikuti seluruh rangkaian acara persembahyangan piodalan ini. Pada pukul 18.00 WIB, acara diawali dengan sambutan dari Ketua Piodalan Pura Bhakti Widhi, dilanjutkan Dharma Wacana yang disampaikan oleh Purwanto, M.Pd.H., selaku Ketua PHDI Kabupaten Gunungkidul yang menjelaskan tentang makna yang sesungguhnya dari Upacara Piodalan Pura. Kemudian, acara dilanjutkan dengan prosesi ritual yang dipimpin oleh Pinandita Jro Gdhe Dwija Triman sebagai Manggala Upacara.

Rangkaian upacara dilaksanakan oleh Pinandita  Jro Gdhe Dwija Triman adalah memulai pemujaan, ngargo tirta, mecaru, pembersihan byakala, durmanggala, dan prayascita, melinggihkan Bathara, menghaturkan sesaji, menghaturkan beksan suci, memohon panugrahan, persembahyangan Trisandya, puja kramaning sembah, mejaya-jaya, dan diakhiri dengan metirta dan membija.

Seluruh umat Hindu mengikuti prosesi ritual persembahyangan dengan khusuk dan penuh dengan bhakti kemudian dilanjutkan dengan prasadam yang sering dikenal dengan ngalap berkah dengan makan bersama seluruh umat sebagai wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala anugerah-Nya yang salah satunya adalah berupa makanan yang telah disajikan.

Prosesi Piodalan belum berakhir sampai disitu saja, pada tengah malam harinya, tepatnya pada pukul kurang lebih 23.30 WIB, masih dilaksanakan prosesi acara Nyimpen dan Pralina yang dimaksudkan untuk mengembalikan para Bhatara yang telah dijemput pada acara Mendhak Bhatara sore harinya.

Dengan berakhirnya upacara Nyimpen ini, maka usai sudah seluruh rangkaian upacara Piodalan Pura Bhakti Widhi, Bendo, Beji, Ngawen, Gunungkidul. Dengan rasa syukur, bahagia dan lega, upacara ini dapat terlaksana dengan lancar. Hal ini dapat terwujud berkat kerja sama dari semua pihak diantaranya semua Mangku, penyungsung pura, GMHD Pura Bhakti Widhi, dan seluruh Umat Hindu di Pura Bhakti Widhi bahkan umat dari pura lain di sekitar Pura Bhakti Widhi.(Taryuti**)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*